Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Februari 2026, 04.42 WIB

Tak Selamanya Positif, 7 Situasi di Mana Terlalu Baik Hati Justru Dapat Merugikan Anda Menurut Psikologi

Ilustrasi situasi di mana terlalu baik hati justru dapat merugikan Anda. (freepik/ katemangostar) - Image

Ilustrasi situasi di mana terlalu baik hati justru dapat merugikan Anda. (freepik/ katemangostar)

JawaPos.com - Kebaikan hati sering kali dianggap sebagai sifat yang selalu membawa dampak positif dalam kehidupan.

Banyak orang percaya bahwa dengan selalu bersikap ramah, membantu orang lain, dan mengalah demi orang lain, hidup akan terasa lebih harmonis dan hubungan sosial menjadi lebih lancar.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa sikap terlalu baik hati tidak selalu menguntungkan.

Ada situasi-situasi tertentu di mana kebaikan yang berlebihan justru bisa dimanfaatkan, merugikan diri sendiri, atau membuat Anda kehilangan kendali atas hidup Anda.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Sabtu (7/2), berikut merupakan 7 situasi di mana terlalu baik hati justru dapat merugikan Anda, menurut psikologi.

1. Saat menghadapi dinamika keluarga yang toxic

Hanya karena seseorang anggota keluarga kita, bukan berarti mereka bebas memperlakukan kita dengan buruk.

Dalam keluarga yang bermasalah, menjadi orang yang selalu “baik hati” justru bisa membuat kita menjadi kambing hitam atau bertanggung jawab atas emosi orang lain.

Penelitian psikologi tentang sistem keluarga menunjukkan bahwa orang-orang seperti ini sering kali kehilangan kesejahteraan mentalnya sendiri.

Penting untuk menegaskan batasan, mengatakan "tidak" ketika dibebani manipulasi rasa bersalah, dan memilih kesehatan mental di atas keharmonisan keluarga.

Menghadapi konflik secara langsung lebih baik daripada membiarkan rasa sakit menumpuk dan merugikan diri sendiri.

2. Saat melindungi diri sendiri atau orang lain dari bahaya

Keselamatan kita harus menjadi prioritas utama. Banyak orang takut dianggap kasar atau egois sehingga bersikap “baik” kepada orang yang mengancam mereka, mulai dari penguntit hingga pelaku kekerasan.

Padahal psikologi menunjukkan bahwa mengabaikan perasaan tidak nyaman demi sopan santun sosial justru membuka peluang bagi orang berbahaya untuk mengambil keuntungan.

Jika seseorang membuat Anda merasa tidak aman, percayai intuisi Anda. Jangan tersenyum untuk mengurangi ketegangan, jangan tertawa menganggap remeh, dan jangan takut dianggap kasar. Minta bantuan, jauhi ancaman, dan prioritaskan keselamatan Anda.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore