Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2026, 15.11 WIB

Orang yang Memindahkan Tasnya dari Tempat Duduk untuk Orang Lain Menunjukkan 7 Kualitas yang Kebanyakan Orang Terlalu Egois untuk Mempraktikkannya

seseorang yang memindahkan tas dari tempat duduk./Freepik/freepik - Image

seseorang yang memindahkan tas dari tempat duduk./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di ruang publik—bus, kereta, ruang tunggu rumah sakit, atau kafe—kita sering melihat pemandangan yang sama: kursi kosong yang sebenarnya tidak benar-benar kosong.

Di atasnya teronggok tas, ransel, atau barang pribadi lain, seolah benda mati itu memiliki hak yang sama dengan manusia.

Menariknya, di tengah kebiasaan ini, ada segelintir orang yang secara spontan memindahkan tasnya ketika melihat orang lain berdiri atau tampak membutuhkan tempat duduk.

Bagi sebagian orang, tindakan ini terlihat sepele. Namun menurut psikologi sosial, kebiasaan kecil seperti ini justru menjadi cermin karakter yang dalam.

Ia bukan sekadar soal sopan santun, melainkan refleksi kualitas batin yang tidak semua orang mau—atau mampu—mempraktikkannya di dunia yang makin individualistis.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (8/1), terdapat tujuh kualitas psikologis yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang dengan sukarela memindahkan tasnya demi orang lain.

1. Empati Aktif, Bukan Sekadar Simpati Pasif

Banyak orang mampu merasakan simpati—tahu bahwa orang lain lelah atau tidak nyaman. Namun empati aktif melangkah lebih jauh: ada dorongan untuk bertindak.

Orang yang memindahkan tasnya tidak hanya “menyadari” keberadaan orang lain, tetapi juga meresponsnya. Dalam psikologi, ini disebut perspective taking—kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain dan bertanya secara batin, “Bagaimana jika aku yang berdiri?”

Empati semacam ini semakin langka karena menuntut perhatian keluar dari diri sendiri, sesuatu yang sering dikalahkan oleh layar ponsel dan pikiran pribadi.

2. Kesadaran Sosial yang Tinggi

Kesadaran sosial adalah kemampuan membaca situasi tanpa harus diberi tahu. Orang dengan kualitas ini peka terhadap dinamika sekitar: siapa yang berdiri, siapa yang tampak kelelahan, siapa yang membutuhkan ruang.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan social awareness, salah satu komponen utama kecerdasan emosional. Mereka tidak menunggu ditegur atau diminta, karena sejak awal sudah memahami norma tak tertulis dalam ruang bersama: tempat duduk diciptakan untuk manusia, bukan untuk barang.

3. Kerendahan Hati yang Tercermin dalam Tindakan Kecil

Memindahkan tas berarti secara simbolis berkata, “Kenyamananku tidak lebih penting dari kenyamanan kita bersama.” Ini adalah bentuk kerendahan hati praktis, bukan yang diucapkan dengan kata-kata besar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore