Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2026, 06.18 WIB

Orang yang Tumbuh di Keluarga Kelas Menengah Ke Bawah Tetapi Kemudian Naik Kelas Biasanya Tidak Bisa Menghilangkan 8 Kebiasaan Ini

Ilustrasi orang yang tumbuh di keluarga kelas menengah ke bawah (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang tumbuh di keluarga kelas menengah ke bawah (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang berpikir ketika kondisi ekonomi membaik, cara hidup pun ikut berubah. Namun kenyataannya, kebiasaan yang terbentuk sejak kecil sering kali melekat kuat, bahkan ketika rekening bank sudah jauh lebih aman.

Dikutip dari laman Global English Editing, Sabtu (10/01), orang-orang yang tumbuh dalam keluarga kelas menengah bawah lalu berhasil naik secara ekonomi biasanya membawa “jejak mental” dari masa-masa sulit tersebut.

Jejak ini muncul dalam bentuk kebiasaan sehari-hari yang sulit dihilangkan. Berikut delapan di antaranya.

1. Selalu Mengecek Harga Sebelum Kualitas

Bagi mereka yang dibesarkan dalam keterbatasan, label harga selalu lebih dulu dilihat daripada kualitas barang. Bahkan saat sudah mampu membeli yang mahal, dorongan untuk mencari yang paling murah tetap muncul secara otomatis.

2. Menghitung Setiap Pengeluaran di Kepala

Setiap kopi, parkir, atau belanja kecil terasa seperti ada suara mesin kasir di kepala. Ini adalah kebiasaan yang terbentuk dari masa ketika setiap rupiah sangat berarti.

3. Merasa Bersalah Membeli Sesuatu yang “Tidak Perlu”

Membeli barang hanya untuk kesenangan sering disertai rasa bersalah. Mereka terbiasa mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan karena dulu harus memilih mana yang paling penting.

4. Menyimpan Persediaan Berlebihan

Lemari penuh stok sabun, pasta gigi, atau makanan kaleng bukan hal aneh. Persediaan yang banyak memberi rasa aman, karena dulu kehabisan barang pokok bisa berarti masalah besar.

5. Menghindari Tempat atau Layanan yang Terlalu “Mewah”

Restoran mahal, valet parkir, atau layanan premium sering terasa tidak “untuk orang seperti mereka”. Meski mampu, perasaan tidak pantas atau canggung masih kerap muncul.

6. Suka Mengerjakan Segalanya Sendiri (DIY)

Daripada membayar orang lain, mereka lebih memilih belajar dan mengerjakannya sendiri. Ini bukan hanya soal hemat, tetapi juga soal harga diri dan kemandirian yang terbentuk sejak kecil.

7. Selalu Membandingkan Harga dan Mencari Promo

Setiap pembelian menjadi proyek riset kecil: bandingkan harga, baca ulasan, tunggu diskon. Kebiasaan ini berasal dari masa ketika salah memilih bisa berakibat besar.

8. Sulit Membuang Barang yang Masih Bisa Dipakai

Baju bernoda sedikit, kotak bekas, atau kabel lama tetap disimpan karena “siapa tahu masih berguna”. Bagi mereka, membuang barang yang masih layak pakai terasa seperti membuang uang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore