
seseorang yang sarapan pagi./Freepik/wayhomestudio
JawaPos.com - Banyak orang memulai pagi dengan terburu-buru. Bangun tidur, langsung mengecek ponsel, memikirkan pekerjaan, membuka media sosial, lalu bergegas sarapan—atau bahkan melewatkannya sama sekali. Tanpa disadari, pola ini membuat pikiran kita “dipaksa aktif” sebelum benar-benar siap.
DIlansir dari Geediting pada Jumat (16/1), menurut banyak psikolog, ada satu kebiasaan sederhana yang jika dilakukan setiap pagi sebelum sarapan, dapat meningkatkan kualitas hari secara signifikan: meluangkan waktu sejenak untuk menyadari dan menata pikiran (mindful awareness).
Kebiasaan ini terdengar sederhana, bahkan mungkin dianggap sepele. Namun dampaknya pada fokus, emosi, dan produktivitas sangat besar. Mengapa hal ini begitu penting? Mari kita bahas lebih dalam.
1. Otak Anda Paling “Plastis” di Pagi Hari
Menurut psikolog kognitif, kondisi mental kita di pagi hari masih sangat “bersih”. Otak belum dibanjiri oleh stres, tuntutan sosial, atau informasi berlebihan. Inilah momen ketika pikiran paling mudah diarahkan.
Dengan meluangkan 3–10 menit sebelum sarapan untuk berhenti sejenak, duduk tenang, dan menyadari apa yang Anda rasakan, Anda sedang “mengatur arah” hari Anda. Psikolog menyebutnya sebagai mental priming—memberi sinyal pada otak tentang bagaimana ia harus merespons dunia sepanjang hari.
Orang yang melakukan ini cenderung:
Lebih tenang menghadapi masalah kecil
Tidak mudah tersulut emosi
Lebih fokus pada satu tugas
2. Mengurangi Reaksi Emosional Berlebihan Sepanjang Hari
Banyak konflik, kesalahan, dan penyesalan terjadi bukan karena masalah besar, tetapi karena reaksi emosional yang tidak disadari. Psikolog klinis menekankan bahwa kesadaran diri di pagi hari membantu kita mengenali emosi sejak awal.
Saat Anda bertanya pada diri sendiri:
“Apa yang sedang saya rasakan pagi ini?”
Anda memberi ruang pada emosi untuk dikenali, bukan ditekan. Hasilnya, sepanjang hari Anda tidak mudah meledak, panik, atau merasa kewalahan. Emosi tidak lagi “mengendalikan”, melainkan menjadi sinyal yang bisa dipahami.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
