Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2026, 04.04 WIB

Jika Anda Merasa Bersalah Mengambil Potongan Makanan Terakhir Meski Ditawarkan, Kemungkinan Anda Menunjukkan 8 Ciri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang merasa bersalah mengambil potongan makanan terakhir./Freepik/freepik - Image

seseorang yang merasa bersalah mengambil potongan makanan terakhir./Freepik/freepik

JawaPos.com - Pernah berada di situasi ini? Di meja makan tinggal satu potong terakhir—kue, pizza, atau gorengan.

Seseorang berkata, “Ambil saja, nggak apa-apa.” Namun alih-alih mengambilnya dengan lega, Anda justru merasa tidak enak, ragu, bahkan bersalah.

Mungkin Anda menolak sekali, dua kali, atau baru mau mengambil setelah semua orang benar-benar meyakinkan.

Sekilas, ini tampak sepele. Tapi dalam psikologi, respons terhadap hal kecil seperti ini sering mencerminkan pola kepribadian dan pengalaman emosional yang lebih dalam.

Rasa bersalah mengambil “yang terakhir” bukan hanya soal sopan santun—ia bisa menjadi jendela untuk memahami cara Anda memandang diri sendiri dan orang lain.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (16/1), jika Anda sering mengalaminya, kemungkinan besar Anda menunjukkan delapan ciri berikut ini.

1. Anda Sangat Peka terhadap Perasaan Orang Lain

Orang yang enggan mengambil potongan terakhir biasanya memiliki empati yang tinggi. Anda secara otomatis memikirkan, “Bagaimana kalau sebenarnya dia masih ingin?” atau “Jangan-jangan orang lain belum makan.”

Psikologi menyebut ini sebagai other-oriented thinking—kecenderungan untuk memprioritaskan kebutuhan dan perasaan orang lain sebelum diri sendiri.

Ini bukan sifat buruk; justru sering dikaitkan dengan hubungan sosial yang hangat. Namun, jika berlebihan, Anda bisa lupa mendengarkan kebutuhan pribadi.

2. Anda Terbiasa Menempatkan Diri di Posisi Kedua

Rasa bersalah itu sering muncul bukan karena makanan, tetapi karena keyakinan bawah sadar bahwa orang lain “lebih berhak” daripada Anda. Banyak orang dengan ciri ini tumbuh dengan pola pikir: “Aku bisa nanti saja.”

Dalam jangka panjang, kebiasaan kecil ini mencerminkan pola pengorbanan diri yang konsisten—di rumah, di pertemanan, bahkan dalam hubungan romantis.

3. Anda Takut Dianggap Egois, Meski Sedikit

Menurut psikologi sosial, sebagian orang memiliki fear of negative evaluation—takut dinilai buruk oleh lingkungan. Mengambil potongan terakhir bisa terasa seperti tindakan egois, meskipun secara rasional Anda tahu itu ditawarkan dengan tulus.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore