Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 22.42 WIB

Orang yang Diam-Diam Mengabaikan Orang Lain dalam Percakapan Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Khas Ini Tanpa Disadari Menurut Psikologi

seseorang yang mengabaikan orang lain dalam percakapan./Freepik/stockking - Image

seseorang yang mengabaikan orang lain dalam percakapan./Freepik/stockking

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering terlibat dalam percakapan—baik dengan pasangan, teman, rekan kerja, maupun orang baru. Namun, tidak semua percakapan berjalan dua arah.

Ada orang-orang yang secara halus, bahkan tanpa niat buruk, mengabaikan lawan bicaranya.

Bukan dengan cara kasar atau terang-terangan, melainkan lewat sikap-sikap kecil yang kerap luput dari perhatian.

Menariknya, menurut psikologi sosial dan komunikasi, perilaku mengabaikan ini sering kali tidak disadari oleh pelakunya sendiri. Mereka merasa “biasa saja”, padahal lawan bicara bisa merasa tidak dihargai, tidak didengar, bahkan dianggap tidak penting.

Lalu, seperti apa ciri-ciri orang yang diam-diam mengabaikan orang lain dalam percakapan?

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (19/1), terdapat delapan tanda khas yang sering muncul tanpa mereka sadari.

1. Lebih Fokus Menunggu Giliran Bicara daripada Mendengarkan

Salah satu ciri paling umum adalah kecenderungan untuk menunggu giliran bicara, bukan benar-benar mendengarkan. Secara psikologis, orang seperti ini sudah sibuk menyusun respons di kepala mereka saat lawan bicara masih berbicara.

Akibatnya, mereka sering melewatkan inti cerita. Respons yang diberikan pun terasa melenceng atau dangkal. Bagi lawan bicara, ini memberi kesan bahwa cerita mereka tidak cukup penting untuk disimak sepenuhnya.

2. Kontak Mata Minim atau Tidak Konsisten

Kontak mata adalah sinyal nonverbal penting dalam komunikasi. Orang yang diam-diam mengabaikan biasanya menunjukkan kontak mata yang singkat, sering terputus, atau bahkan nyaris tidak ada sama sekali.

Menurut psikologi komunikasi, hal ini bukan selalu tanda ketidaksopanan, melainkan bisa berasal dari kebiasaan, rasa cemas, atau pikiran yang mudah terdistraksi. Namun tetap saja, bagi lawan bicara, sikap ini terasa seperti tidak diperhatikan.

3. Respons Pendek dan Netral Secara Emosional

Jawaban seperti “oh”, “iya”, “hmm”, atau “oh gitu” yang diulang terus-menerus bisa menjadi sinyal pengabaian terselubung. Secara psikologis, respons yang minim emosi menunjukkan keterlibatan yang rendah dalam percakapan.

Bukan berarti orang tersebut tidak peduli sama sekali, tetapi energi mentalnya tidak benar-benar hadir dalam interaksi tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore