
seseorang yang memikirkan hewan peliharaan di jam kerja./Freepik/benzoix
JawaPos.com - Di tengah rutinitas kerja yang padat, tenggat waktu yang menumpuk, dan tekanan target yang tak kunjung usai, pikiran manusia sering kali mencari “tempat singgah” untuk bernapas sejenak.
Bagi sebagian orang, tempat singgah itu bukan kopi, media sosial, atau lamunan kosong—melainkan sosok sederhana yang menunggu di rumah: hewan peliharaan.
Mungkin itu anjing yang selalu menyambut dengan ekor bergoyang, kucing yang tidur meringkuk di sofa, atau ikan kecil yang berenang tenang di akuarium. Sekilas, memikirkan hewan peliharaan saat jam kerja bisa dianggap sebagai distraksi.
Namun menurut psikologi, kebiasaan ini justru sering menjadi pertanda kekuatan emosional dan mental tertentu.
Orang-orang yang secara teratur memikirkan hewan peliharaan mereka saat bekerja cenderung memiliki karakteristik psikologis yang sehat, stabil, dan matang.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (22/1), terdapat delapan kekuatan utama yang kerap muncul pada mereka.
1. Empati yang Tinggi dan Alami
Memikirkan hewan peliharaan di tengah kesibukan kerja menunjukkan kemampuan empati yang kuat.
Hewan tidak bisa berbicara, tetapi pemilik yang peduli mampu membayangkan kebutuhan, perasaan, dan kenyamanan mereka.
Dalam psikologi, empati lintas spesies ini sering berkaitan dengan empati sosial yang lebih luas.
Orang seperti ini biasanya lebih peka terhadap perasaan rekan kerja, memahami isyarat emosional yang halus, dan tidak mudah bersikap dingin atau acuh tak acuh. Mereka terbiasa melihat dunia bukan hanya dari sudut pandang diri sendiri.
2. Kemampuan Regulasi Emosi yang Baik
Memikirkan hewan peliharaan sering kali berfungsi sebagai “jangkar emosional”. Ketika stres meningkat, membayangkan wajah polos atau tingkah lucu hewan kesayangan dapat menurunkan ketegangan secara instan.
Psikolog melihat ini sebagai bentuk regulasi emosi yang sehat. Alih-alih meluapkan stres secara impulsif atau memendamnya hingga meledak, orang ini secara intuitif menggunakan asosiasi positif untuk menenangkan diri. Ini membuat mereka lebih stabil secara emosional di lingkungan kerja yang menekan.
3. Loyalitas dan Rasa Tanggung Jawab yang Kuat
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
