Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Januari 2026, 22.55 WIB

Orang yang Menolak Membeli 8 Kebutuhan Sehari-hari Ini Biasanya Berasal dari Kondisi Kelangkaan Menurut Psikologi

seseorang yang menolak membeli kebutuhan sehari-hari./Freepik/dmitrytph - Image

seseorang yang menolak membeli kebutuhan sehari-hari./Freepik/dmitrytph

JawaPos.com - Ada orang yang kelihatannya “hemat banget” sampai ke level yang bikin orang lain garuk kepala.

Bukan cuma menunda beli barang mewah, tapi bahkan menolak mengeluarkan uang untuk hal-hal yang sebenarnya penting buat kualitas hidup sehari-hari.

Dalam kacamata psikologi, perilaku ini sering berkaitan dengan scarcity mindset — pola pikir kelangkaan, di mana seseorang terbiasa hidup dalam rasa “tidak cukup”, meski kondisinya sekarang mungkin sudah lebih baik.

Scarcity mindset membuat otak terus fokus pada apa yang bisa hilang, bukan apa yang bisa dibangun. Akibatnya, keputusan finansial sering didorong rasa takut, bukan kebutuhan jangka panjang.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (24/1), terdapat delapan kebutuhan sehari-hari yang sering ditolak atau dihindari oleh orang dengan pola pikir kelangkaan — beserta makna psikologis di baliknya.

1. Makanan Bergizi yang Sedikit Lebih Mahal

Mereka cenderung memilih makanan paling murah, paling mengenyangkan, tapi minim nilai gizi. Buah segar, sayur berkualitas, atau sumber protein yang baik dianggap “pengeluaran berlebihan”.

Secara psikologis, ini muncul dari pola pikir bertahan hidup: yang penting kenyang hari ini. Otak yang terbiasa dengan kelangkaan sulit melihat makanan sehat sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Padahal, tubuh yang sering sakit justru bisa menimbulkan biaya lebih besar di masa depan.

2. Perawatan Kesehatan Preventif

Cek kesehatan rutin, vitamin, perawatan gigi, atau terapi sering dianggap tidak penting selama “belum sakit parah”.

Scarcity mindset membuat orang fokus pada krisis, bukan pencegahan. Mereka terbiasa bereaksi saat masalah sudah besar, bukan mencegahnya sejak kecil. Ini bukan karena tidak peduli kesehatan, tapi karena alam bawah sadar mereka berkata: “Uang harus diselamatkan untuk keadaan darurat yang lebih besar.”

Ironisnya, menghindari biaya kecil sekarang sering berujung pada biaya besar nanti.

3. Istirahat yang Nyaman (Kasur, Bantal, Kualitas Tidur)

Mengganti kasur yang sudah rusak, membeli bantal yang mendukung leher, atau memperbaiki kamar agar tidur lebih nyaman sering ditunda bertahun-tahun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore