Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Februari 2026, 00.26 WIB

Jika Seseorang Memiliki Laci yang Penuh dengan Barang-Barang Acak, Kemungkinan Besar Ia Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lacinya dipenuhi barang acak./Freepik/timltv - Image

seseorang yang lacinya dipenuhi barang acak./Freepik/timltv

JawaPos.com - Banyak orang menganggap laci yang penuh dengan barang acak sebagai tanda kemalasan, ketidakteraturan, atau bahkan kekacauan mental. Padahal, dalam perspektif psikologi, kondisi ini tidak selalu bermakna negatif.

Justru, laci yang penuh dengan berbagai benda—mulai dari kertas, kabel, koin, hingga barang-barang kecil yang tampak tidak penting—bisa menjadi cerminan kepribadian seseorang yang unik dan kompleks.

Psikologi modern melihat lingkungan fisik sebagai refleksi dari kondisi mental dan kepribadian seseorang.

Cara seseorang menata ruang, menyimpan barang, dan mengelola kekacauan kecil dalam hidupnya sering kali berkaitan erat dengan cara berpikir, merasakan, dan bertindak.

Maka, laci yang penuh dengan barang-barang acak bukan sekadar soal kerapian, tetapi juga bisa menjadi “jendela” untuk memahami karakter seseorang.

Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat 8 ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang memiliki laci penuh barang acak:

1. Kreatif dan Imajinatif

Orang dengan laci penuh barang acak sering kali memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Pikiran mereka tidak bekerja secara kaku dan linier, tetapi fleksibel dan asosiatif.

Barang-barang kecil yang bagi orang lain terlihat tidak penting justru bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka.

Mereka cenderung melihat potensi dalam hal-hal sederhana. Sebuah kertas bekas bisa menjadi ide desain, kabel lama bisa menjadi alat eksperimen, dan benda kecil tak terpakai bisa memicu gagasan baru. Kekacauan fisik sering sejalan dengan kekayaan ide di dalam pikiran.

2. Berpikir Fleksibel (Tidak Kaku)

Kepribadian ini biasanya tidak terikat pada aturan yang terlalu kaku. Mereka tidak selalu membutuhkan struktur yang rapi untuk bisa berfungsi dengan baik. Justru, mereka merasa nyaman dalam kondisi yang bagi orang lain terasa “berantakan”.

Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan cognitive flexibility—kemampuan untuk berpindah sudut pandang, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan berpikir terbuka terhadap berbagai kemungkinan.

3. Emosional dan Penuh Makna Personal

Banyak barang di dalam laci bukan sekadar benda, tetapi memiliki nilai emosional. Tiket lama, surat kecil, koin dari perjalanan, atau benda sederhana bisa menyimpan kenangan tertentu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore