Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2026, 05.42 WIB

Orang yang Pada Dasarnya Baik Hati tetapi Menderita Kesepian Kronis Biasanya Bergumul dengan 7 Masalah Kerentanan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang baik tetapi menderita kesepian./Freepik/thanyakij-12 - Image

seseorang yang baik tetapi menderita kesepian./Freepik/thanyakij-12

JawaPos.com - Tidak semua orang yang terlihat ramah, baik hati, dan penuh empati hidup dalam kondisi emosional yang bahagia.

Banyak individu yang secara kepribadian sangat peduli pada orang lain, suka menolong, dan mudah berempati, justru menyimpan luka batin yang dalam berupa kesepian kronis.

Kesepian kronis bukan sekadar perasaan sepi sesaat, melainkan kondisi psikologis yang menetap, di mana seseorang merasa terisolasi secara emosional meskipun secara sosial tampak “punya banyak orang di sekitarnya”.

Menurut psikologi, orang-orang baik hati sering kali memiliki kecenderungan mengutamakan kebutuhan orang lain dibanding kebutuhan dirinya sendiri.

Mereka menjadi tempat curhat, tempat bersandar, dan sumber kenyamanan bagi banyak orang.

Ironisnya, mereka sendiri sering tidak memiliki ruang aman untuk mengekspresikan luka batin, rasa lelah, dan kebutuhan emosional mereka.

Kesepian kronis pada tipe kepribadian ini bukan terjadi karena mereka tidak disukai, tetapi karena adanya pola kerentanan psikologis tertentu yang terbentuk dari pengalaman hidup, pola asuh, trauma relasional, dan cara mereka memaknai hubungan.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (4/2), terdapat tujuh masalah kerentanan psikologis yang sering bergumul dalam diri orang-orang baik hati yang mengalami kesepian kronis.

1. Takut Menjadi Beban bagi Orang Lain

Orang baik hati sering memiliki keyakinan bawah sadar bahwa perasaan mereka sendiri tidak sepenting perasaan orang lain. Mereka terbiasa menjadi penolong, bukan yang ditolong.

Akibatnya, muncul rasa takut dianggap merepotkan, manja, atau menyusahkan jika mereka mengekspresikan kesedihan, kelelahan, atau kebutuhan emosional.

Secara psikologis, ini berkaitan dengan core belief: “Perasaanku tidak penting” atau “Aku hanya berharga jika aku berguna bagi orang lain.” Pola pikir ini membuat mereka memendam masalah sendiri, sehingga kesepian menjadi semakin dalam karena tidak ada ruang berbagi yang autentik.

2. Kecenderungan People-Pleasing

People-pleasing adalah pola perilaku di mana seseorang berusaha menyenangkan semua orang, menghindari konflik, dan mengorbankan kebutuhan pribadi demi menjaga hubungan.

Orang yang baik hati sering:

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore