
seseorang yang tidak mengunggah apapun di media sosial./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Banyak orang membagikan momen pribadi, pemikiran, pencapaian, hingga perasaan terdalam mereka secara terbuka.
Namun, ada juga kelompok orang yang memilih jalan berbeda: mereka hampir tidak pernah mengunggah apa pun, jarang membagikan kehidupan pribadi, dan sangat menjaga privasi mereka.
Sering kali, orang-orang ini dianggap misterius, tertutup, bahkan “aneh” oleh lingkungan sekitarnya.
Padahal, menurut psikologi, pilihan untuk tidak aktif di media sosial bukanlah tanda masalah sosial atau ketidakmampuan bersosialisasi. Justru, dalam banyak kasus, ini mencerminkan karakter, nilai hidup, dan pola pikir yang matang.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (8/2), terdapat 9 perilaku halus yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak pernah mengunggah apa pun di media sosial dan lebih memilih menjaga privasi mereka:
1. Sangat Selektif dalam Membagikan Informasi Pribadi
Mereka tidak merasa perlu membagikan detail kehidupan pribadi kepada publik. Bagi mereka, tidak semua hal harus diketahui orang lain. Kehidupan, masalah, kebahagiaan, dan kesedihan adalah wilayah personal yang hanya layak dibagikan kepada orang-orang tertentu yang dipercaya.
Secara psikologis, ini menunjukkan batasan pribadi (personal boundaries) yang sehat. Mereka paham bahwa privasi adalah hak, bukan kewajiban untuk dibuka.
2. Lebih Fokus pada Pengalaman Nyata daripada Validasi Sosial
Orang yang jarang atau tidak pernah posting biasanya menikmati momen secara langsung, bukan melalui layar. Mereka tidak sibuk memikirkan sudut foto terbaik, caption yang menarik, atau jumlah like dan komentar.
Kepuasan mereka datang dari pengalaman itu sendiri, bukan dari pengakuan sosial. Ini menandakan orientasi internal yang kuat: kebahagiaan berasal dari dalam, bukan dari respons orang lain.
3. Tidak Bergantung pada Pengakuan Digital
Menurut psikologi, kebutuhan akan validasi adalah hal manusiawi. Namun, orang-orang ini cenderung tidak menjadikan media sosial sebagai sumber harga diri.
Mereka tidak mengukur nilai diri dari:
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
