Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Februari 2026, 15.55 WIB

8 Batasan yang Selalu Dijaga Orang-orang Berwibawa dengan Privasi Tinggi di Media Sosial, Ini Kata Psikologi

Ilustrasi orang yang berwibawa dengan privasi tinggi.  (Pexel/Bethany Ferr) - Image

Ilustrasi orang yang berwibawa dengan privasi tinggi. (Pexel/Bethany Ferr)

JawaPos.com - Orang dengan wibawa dan privasi tinggi, tentu memiliki batasan dalam segala hal tak terkecuali dalam bermedia sosial. 

Penting untuk diingat bahwa di era digital yang serba terbuka ini, tidak semua orang merasa perlu membagikan kehidupan pribadinya di media sosial. 

Justru menurut perspektif psikologi, individu yang jarang memposting kehidupan personal sering kali memiliki batasan yang sehat dan kuat. 

Mereka bukan antisosial, bukan pula tertutup berlebihan. Sebaliknya, mereka memahami cara menjaga wibawa, energi, dan privasi di tengah arus informasi yang begitu cepat.

Seperti yang dijelaskan di laman GE Editing, artikel ini merangkum delapan batasan yang umumnya dijaga oleh orang-orang berwibawa dengan privasi tinggi di media sosial

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Paham Batasan antara Koneksi dan Kinerja

Orang yang berwibawa memahami bahwa koneksi di media sosial tidak selalu sama dengan kedekatan nyata. 

Mereka bisa terhubung dengan banyak orang secara profesional tanpa harus membuka detail kehidupan pribadinya.

Dalam psikologi sosial, terdapat perbedaan antara hubungan berbasis performa (performance-based connection) dan hubungan emosional yang intim. 

Individu dengan batasan sehat mampu membedakan keduanya. Mereka tahu bahwa media sosial sering kali menjadi panggung profesional, bukan ruang curhat pribadi.

Misalnya, seorang profesional dapat aktif membagikan pencapaian kerja, proyek, atau pandangan industri, tetapi tidak membahas konflik rumah tangga atau dinamika relasi personal. 

Ini bukan soal menyembunyikan sesuatu, melainkan tentang memahami konteks.

Batas ini membuat mereka terlihat konsisten dan fokus. Energi tidak terpecah untuk menjaga citra personal yang terlalu terbuka. 

Mereka memilih membangun reputasi melalui kualitas karya dan sikap, bukan melalui drama digital.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore