Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Februari 2026, 00.33 WIB

Generasi Tua yang Tetap Dekat dengan Anak-Anak Mereka yang Sudah Dewasa Biasanya Menghindari 8 Perilaku Pengasuhan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang dekat dengan anak-anak./ Freepik/tsyhun - Image

seseorang yang dekat dengan anak-anak./ Freepik/tsyhun

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak tumbuh dewasa. Justru, pada fase dewasa inilah kualitas hubungan menjadi sangat menentukan: apakah hubungan itu akan berkembang menjadi relasi yang sehat, saling menghormati, dan penuh kedekatan emosional, atau justru menjadi renggang, penuh konflik, dan jarak batin.

Menurut berbagai kajian psikologi perkembangan dan psikologi keluarga, orang tua yang tetap memiliki hubungan dekat dengan anak-anak mereka yang sudah dewasa bukanlah mereka yang “paling mengontrol”, “paling mengatur”, atau “paling dominan”. Sebaliknya, mereka adalah orang tua yang mampu bertransformasi dari figur otoritas menjadi figur relasi — dari pengendali menjadi pendamping hidup.

Menariknya, para psikolog menemukan bahwa kedekatan jangka panjang lebih sering dibentuk bukan oleh apa yang dilakukan orang tua, tetapi justru oleh apa yang mereka hindari.

Dilansir dari Geediting pada Senin (9/2), terdapat 8 perilaku pengasuhan yang umumnya dihindari oleh generasi tua yang tetap dekat secara emosional dengan anak-anak mereka yang sudah dewasa.

1. Mengontrol Keputusan Hidup Anak

Orang tua yang sulit menerima bahwa anaknya sudah dewasa cenderung tetap ingin mengatur:

karier

pasangan hidup

cara mengasuh anak

gaya hidup

pilihan finansial

Dalam psikologi, ini disebut sebagai parental control over autonomy, yaitu kegagalan orang tua melepaskan kendali terhadap kemandirian anak.

Generasi tua yang tetap dekat dengan anak dewasa memahami satu hal penting:

“Peranku bukan lagi mengatur hidupmu, tapi mendukung pilihan hidupmu.”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore