Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 14.24 WIB

Psikologi Orang yang Tinggal Jauh dari Keluarga Punya 7 Perilaku Ini

ilustrasi orang yang sendirian. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Tinggal berjauhan dari keluarga bukanlah hal yang mudah karena seseorang terpaksa menghadapi suka duka kehidupan sendirian.

Menurut psikologi, orang-orang ini mengembangkan serangkaian perilaku unik.

Ini bukan tentang mengasihani diri sendiri atau mendambakan simpati, namun mengakui tantangan dan menemukan cara-cara cerdik untuk mengatasinya.

Dilansir geediting, berikut 7 perilaku orang yang tinggal jauh dari keluarganya dalam sudut pandang psikologi.

  1. Merangkul teknologi

Orang-orang yang tinggal jauh dari keluarga sangat bergantung pada teknologi untuk mempertahankan hubungan.

Panggilan video, obrolan grup, pembaruan media sosial adalah jalur komunikasi yang membuat dirinya tetap terhubung dengan kehidupan orang-orang terkasih.

Lewat teknologi, mereka dapat mengalami peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan keluarga seolah-olah ia berada di sana.

  1. Membangun jaringan pendukung

Mereka yang tinggal jauh dari keluarga sering kali membangun jaringan dukungan yang kuat.

Entah mulai berteman, menjalin hubungan dengan rekan kerja, dan terlibat dalam kegiatan, mereka membangun keluarga pilihan sendiri.

Ini akan menjadi tempat curhat atau sekelompok teman yang menjadi keluarga kedua mereka.

  1. Menemukan kemandirian

Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana harus bergantung sepenuhnya pada diri sendiri?

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore