Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Februari 2026, 03.04 WIB

Pasangan Anda Mulai Melakukan 8 Kebiasaan Ini Akhir-akhir Ini? Menurut Psikologi Mereka Sedang Menarik Diri Secara Emosional

 

seseorang yang menarik diri secara emosional./Freepik/krakenimages.com

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, perubahan kecil sering kali lebih bermakna daripada pertengkaran besar.

 
Bukan hanya kata-kata kasar atau konflik terbuka yang menjadi tanda masalah, tetapi juga jarak yang perlahan tercipta tanpa disadari.
 
Menurut berbagai penelitian psikologi hubungan, ketika seseorang mulai menarik diri secara emosional, perilakunya akan berubah—kadang halus, kadang cukup jelas jika kita peka.

Psikolog pernikahan ternama seperti John Gottman menjelaskan bahwa keretakan hubungan jarang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya ada pola perilaku yang muncul lebih dulu. 
 
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (24/2), terdapat delapan kebiasaan yang sering muncul ketika pasangan mulai menjauh secara emosional.

1. Komunikasi Menjadi Dangkal dan Formal

Dulu Anda bisa berbicara berjam-jam tentang apa saja. Sekarang percakapan terasa seperti laporan singkat:

“Sudah makan?”

“Nanti pulang jam berapa?”

“Oke.”

Jika komunikasi hanya sebatas informasi praktis tanpa kedalaman emosional, itu bisa menjadi tanda bahwa pasangan mulai membangun jarak. Mereka tidak lagi berbagi perasaan, kekhawatiran, atau mimpi seperti sebelumnya.

Psikologi menyebut ini sebagai emotional disengagement—ketika seseorang berhenti berinvestasi secara emosional dalam interaksi sehari-hari.

2. Menghindari Percakapan yang Bermakna


Setiap kali Anda mencoba membahas sesuatu yang lebih dalam—tentang hubungan, masa depan, atau perasaan—mereka mengalihkan topik atau mengatakan, “Nanti saja.”

Penelitian dalam bidang keterikatan (attachment theory) menunjukkan bahwa individu dengan kecenderungan avoidant attachment sering menarik diri saat pembicaraan menjadi terlalu emosional atau intens.

3. Lebih Sering Sibuk Sendiri


Tiba-tiba pasangan Anda:

Lebih sering bermain ponsel

Menghabiskan waktu ekstra di kantor

Terlihat “sibuk” bahkan saat di rumah

Kesibukan bisa menjadi mekanisme pertahanan. Secara psikologis, ini disebut emotional distancing behavior—menggunakan aktivitas eksternal untuk menghindari koneksi emosional.

4. Sentuhan Fisik Berkurang


Sentuhan kecil seperti menggenggam tangan, memeluk spontan, atau duduk berdekatan mulai jarang terjadi.

Menurut teori keterikatan yang dikembangkan oleh John Bowlby, kedekatan fisik merupakan salah satu cara utama manusia mempertahankan ikatan emosional. Ketika sentuhan menghilang, sering kali itu mencerminkan jarak batin yang lebih dalam.

5. Respons Emosional Terasa Dingin


Anda bercerita tentang hari yang melelahkan, dan responsnya hanya, “Oh.”

Tidak ada empati. Tidak ada rasa ingin tahu. Tidak ada dukungan emosional.

Salah satu prediktor kuat keretakan hubungan menurut penelitian Gottman adalah kurangnya emotional responsiveness. Ketika seseorang berhenti merespons emosi pasangannya, koneksi perlahan melemah.

6. Lebih Mudah Tersinggung atau Defensif


Hal kecil berubah menjadi konflik. Komentar biasa dianggap sebagai kritik.

Menurut teori “Four Horsemen” yang diperkenalkan oleh John Gottman, sikap defensif adalah salah satu tanda hubungan sedang mengalami tekanan. Ketika seseorang mulai menarik diri, ia cenderung membangun tembok perlindungan dalam bentuk pembelaan diri berlebihan.

7. Berhenti Membicarakan Masa Depan Bersama

Dulu Anda sering merencanakan liburan, rumah impian, atau tujuan hidup bersama. Kini topik masa depan hampir tidak pernah muncul.

Secara psikologis, komitmen emosional tercermin dari bagaimana seseorang memandang masa depan bersama. Ketika pasangan berhenti melibatkan Anda dalam gambaran masa depannya, itu bisa menjadi tanda keterikatan yang mulai melemah.

8. Intuisi Anda Mengatakan Ada yang Berbeda


Sering kali, sebelum ada bukti nyata, Anda sudah merasa ada yang berubah.

Psikologi interpersonal menunjukkan bahwa manusia sangat peka terhadap perubahan pola perilaku orang terdekatnya. Jika Anda merasa koneksi tidak lagi sama, kemungkinan besar memang ada pergeseran emosional yang terjadi.

Mengapa Seseorang Menarik Diri Secara Emosional?


Menarik diri tidak selalu berarti tidak lagi mencintai. Beberapa penyebab umum meliputi:

Stres berat (pekerjaan, keuangan, keluarga)

Kekecewaan yang tidak terselesaikan

Takut konflik

Perasaan tidak dihargai

Kelelahan emosional

Dalam banyak kasus, pasangan menarik diri sebagai bentuk perlindungan diri, bukan karena ingin mengakhiri hubungan.

Apa yang Bisa Anda Lakukan?


Jika Anda mengenali beberapa tanda di atas, jangan langsung panik atau menuduh. Pendekatan terbaik adalah:

Berbicara dengan tenang dan spesifik.
Gunakan kalimat “Saya merasa…” bukan “Kamu selalu…”.

Ciptakan ruang aman untuk kejujuran.
Hindari menyalahkan. Fokus pada solusi.

Perhatikan pola, bukan satu kejadian.
Semua orang bisa mengalami fase sulit.

Pertimbangkan konseling pasangan.
Bantuan profesional sering membantu membuka komunikasi yang buntu.

Penutup

Hubungan jarang hancur dalam semalam. Ia retak perlahan, melalui kebiasaan kecil yang berubah. Menarik diri secara emosional bukan akhir dari segalanya—tetapi itu adalah sinyal bahwa ada kebutuhan yang tidak terpenuhi atau luka yang belum dibicarakan.

Kabar baiknya, selama masih ada kemauan untuk memahami dan memperbaiki, koneksi emosional bisa dibangun kembali. Kuncinya adalah kesadaran, komunikasi, dan keberanian untuk menghadapi ketidaknyamanan bersama.

Jika Anda melihat beberapa tanda ini pada pasangan Anda, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk berbicara—bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk kembali saling menemukan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore