Seseorang yang lelah dengan kehidupan (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Di tengah dunia yang bergerak cepat, tidak semua orang merasa nyaman dengan perubahan.
Mereka yang berjiwa old school, yang menghargai kesederhanaan, kedalaman relasi, dan ritme hidup yang tenang—sering kali merasa lelah secara mental dan emosional menghadapi kehidupan modern.
Secara psikologis, kelelahan ini bukan sekadar “tidak mau berkembang”, tetapi berkaitan dengan benturan nilai, kebutuhan psikologis, dan cara otak memproses dunia.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat delapan hal yang sering menjadi sumber kelelahan tersebut.
1. Arus Informasi yang Terlalu Cepat dan Berlebihan
Di era digital, kita dibanjiri notifikasi, berita, tren, dan opini setiap detik. Secara psikologis, kondisi ini dikenal sebagai information overload.
Orang berjiwa old school cenderung menyukai pemrosesan informasi yang mendalam (deep processing), bukan cepat dan dangkal. Ketika otak terus-menerus dipaksa menyerap informasi tanpa jeda, sistem kognitif mengalami kelelahan (mental fatigue).
Akibatnya:
Mudah merasa kewalahan
Sulit fokus
Muncul kecemasan tanpa sebab jelas
2. Budaya Serba Cepat dan Instan
Kehidupan modern menekankan kecepatan: pesan harus dibalas segera, pekerjaan harus selesai cepat, hasil harus instan.
Padahal, individu dengan orientasi nilai tradisional sering memiliki time perspective yang lebih sabar dan jangka panjang. Mereka menikmati proses, bukan hanya hasil.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
