seseorang yang dibesarkan di rumah yang menahan emosi. (Freepik/rawpixel.com)
JawaPos.com - Jika Anda dibesarkan di rumah di mana setiap pertanyaan tentang perasaan dijawab dengan “baik-baik saja”, kemungkinan besar Anda belajar sejak dini bahwa emosi bukan sesuatu yang perlu dibahas, apalagi diproses.
Dalam banyak keluarga, terutama yang menekankan ketahanan dan citra “kuat”, ungkapan ini menjadi tameng universal untuk menutup percakapan.
Fenomena ini sering dikaitkan dengan apa yang dalam psikologi disebut sebagai emotional invalidation—pengabaian atau penyangkalan emosi seseorang.
Konsep ini banyak dibahas dalam karya-karya seperti Running on Empty oleh Jonice Webb, yang menjelaskan bagaimana pengabaian emosional masa kecil dapat membentuk pola perilaku saat dewasa.
Dilansir dari Expert Editor, jika Anda tumbuh dalam lingkungan seperti ini, berikut adalah delapan kebiasaan yang mungkin Anda tunjukkan, menurut perspektif psikologi.
1. Sulit Mengidentifikasi Perasaan Sendiri
Anda mungkin sering merasa “ada yang tidak beres” tetapi tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya Anda rasakan. Ini bukan karena Anda tidak punya emosi, melainkan karena Anda tidak pernah diajarkan kosakata emosi.
Dalam kerangka Emotional Intelligence oleh Daniel Goleman, kemampuan mengenali emosi diri sendiri adalah fondasi kecerdasan emosional. Jika sejak kecil respons Anda selalu diringkas menjadi “baik-baik saja”, kemampuan ini bisa kurang berkembang.
2. Cenderung Memendam Masalah
Alih-alih membicarakan apa yang mengganggu Anda, Anda memilih diam. Anda terbiasa menyelesaikan semuanya sendiri.
Secara tidak sadar, Anda belajar bahwa berbagi emosi tidak menghasilkan dukungan—jadi lebih aman untuk menyimpannya sendiri.
3. Merasa Tidak Nyaman Saat Orang Lain Emosional
Ketika orang lain menangis atau marah, Anda mungkin merasa canggung atau ingin segera “memperbaiki” situasi.
Ini karena Anda tidak terbiasa melihat emosi diproses secara terbuka. Dalam keluarga Anda, emosi mungkin dianggap sebagai sesuatu yang harus segera dihentikan, bukan dipahami.
