Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Februari 2026, 18.05 WIB

Jika Anda Masih Mengingat 9 Kebiasaan Sekolah yang Terlupakan Ini, Otak Anda Masih Belajar dengan Cepat Menurut Psikologi

seseorang yang mengingat kebiasaan saat sekolah (Freepik/stockking) - Image

seseorang yang mengingat kebiasaan saat sekolah (Freepik/stockking)

JawaPos.com - Banyak orang mengira kemampuan belajar hanya kuat saat masih duduk di bangku sekolah. Padahal, menurut berbagai penelitian dalam psikologi kognitif dan ilmu saraf, otak manusia tetap plastis, mampu berubah dan berkembang, sepanjang hidup. Konsep ini dikenal sebagai neuroplasticity.

Menariknya, beberapa kebiasaan sekolah yang dulu terasa biasa saja ternyata merupakan “latihan otak” yang sangat kuat. Jika Anda masih mengingat—atau bahkan masih menerapkan—kebiasaan-kebiasaan ini, besar kemungkinan otak Anda masih bekerja dengan cepat dan efisien dalam menyerap informasi baru.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 kebiasaan sekolah yang mungkin sudah jarang dilakukan, tetapi menurut psikologi, sangat berkaitan dengan kemampuan belajar yang tajam.

1. Mencatat dengan Tangan, Bukan Sekadar Mengetik

Sebelum laptop dan tablet mendominasi ruang kelas, kita terbiasa menulis catatan dengan tangan. Menurut penelitian dari Princeton University dan University of California, Los Angeles, menulis tangan membantu pemrosesan informasi yang lebih dalam dibandingkan mengetik.

Ketika menulis, otak dipaksa untuk:

Menyaring informasi

Memahami inti materi

Mengorganisasi ulang dalam bahasa sendiri

Jika Anda masih suka mencatat poin penting saat belajar sesuatu yang baru, itu tanda otak Anda masih aktif melakukan deep processing.

2. Mengulang Pelajaran dengan Suara Keras

Dulu mungkin Anda pernah membaca materi sambil berbicara pelan atau menghafal dengan suara keras. Teknik ini dikenal dalam psikologi sebagai production effect.

Penelitian menunjukkan bahwa membaca dengan suara keras membuat informasi lebih mudah diingat dibandingkan hanya membaca dalam hati. Aktivitas ini melibatkan lebih banyak jalur sensorik—visual, auditori, dan motorik—sehingga memperkuat jejak memori.

Jika Anda masih melakukan ini saat mempelajari hal baru, itu pertanda otak Anda tahu cara memperkuat ingatan secara alami.

3. Mengajarkan Kembali Materi kepada Orang Lain

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore