Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 17.42 WIB

Kemenkes: Kasus ISPA, Pneumonia, Covid, dan Penyakit Serupa Influenza Meningkat Oktober, Musim Hujan Jadi Penyebab

Ilustrasi kondisi anak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan ISPA. (freepik.com) - Image

Ilustrasi kondisi anak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan ISPA. (freepik.com)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat peningkatan signifikan kasus penyakit saluran pernapasan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Pneumonia, Covid, dan Penyakit Serupa Influenza (ILI) pada awal musim hujan tahun 2025 hingga Oktober 2025 ini.

Berdasarkan laporan resmi yang diterima JawaPos.com, tren kasus ini terus menunjukkan kenaikan sejak minggu ke-5 hingga minggu ke-40 tahun 2025.

"Jika melihat dari data-data berikut hingga M40/awal Oktober, secara umum ada peningkatan kasus penyakit influenza dan sejenisnya," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi, Kamis (16/10).

Jawa Barat Catat Kasus ISPA Tertinggi

Dalam laporan tersebut, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus ISPA tertinggi mencapai 1.787.725 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 1.620.566 kasus, DKI Jakarta sebanyak 1.343.828 kasus, Jawa Timur 958.217 kasus, dan Banten 578.183 kasus.

Kemenkes mencatat bahwa peningkatan ISPA terutama terjadi pada periode musim hujan, saat suhu udara lebih rendah dan kelembapan meningkat. Selain itu, rendahnya cakupan vaksin influenza dan Covid juga menjadi faktor risiko tambahan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Peningkatan kasus ISPA ini sejalan dengan perubahan cuaca dan pola musim. Saat kelembapan tinggi dan suhu menurun, risiko penularan penyakit pernapasan menjadi lebih besar,” tulis laporan Kemenkes yang dikutip Aji.

Pneumonia Naik Selama Periode El Nino dan Musim Hujan

Kasus pneumonia juga menunjukkan tren meningkat, terutama sejak awal tahun 2025. Jawa Barat kembali menjadi provinsi dengan angka tertinggi yakni 104.614 kasus, diikuti Jawa Tengah 82.874 kasus, Jawa Timur 73.211 kasus, DKI Jakarta 54.140 kasus, dan Banten 35.838 kasus.

Kemenkes menjelaskan bahwa peningkatan pada awal 2025 tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca, tetapi juga oleh meningkatnya kapasitas pelaporan di fasilitas kesehatan.

“Tahun 2023 sempat terjadi kenaikan signifikan karena faktor El Nino, sementara peningkatan di 2024–2025 terjadi pada musim penghujan. Pola musiman ini menunjukkan bahwa pneumonia erat kaitannya dengan perubahan cuaca ekstrem,” tulis analisis Kemenkes.

Kasus Penyakit Serupa Influenza (ILI) Juga Meningkat

Selain ISPA dan Pneumonia, kasus ILI (Penyakit Serupa Influenza) juga mengalami peningkatan. Jawa Timur mencatat jumlah kasus tertinggi yakni 344.664 kasus, disusul Jawa Tengah 174.058 kasus, Jawa Barat 171.198 kasus, Sumatera Utara 145.052 kasus, dan Aceh 48.589 kasus.

Kemenkes menilai tren ILI cenderung fluktuatif, namun empat minggu terakhir menunjukkan kecenderungan meningkat. Meskipun begitu, pola kasus ILI tidak sepenuhnya mengikuti pola musim, yang menunjukkan bahwa penularannya dapat terjadi sepanjang tahun.

“Jika cakupan vaksin influenza menurun, maka risiko infeksi akan meningkat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga daya tahan tubuh dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” tulis Kemenkes.

Situasi Covid-19 Tetap Terkendali

Meski penyakit pernapasan lain meningkat, kasus Covid-19 di Indonesia relatif terkendali. Hingga minggu ke-40 tahun 2025, total kumulatif konfirmasi mencapai 6.830.817 kasus dengan 162.066 kematian (CFR 2,37%).

Pada periode M40, terdapat penambahan 11 kasus baru di delapan provinsi, dengan kontribusi terbesar dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tidak ada laporan kematian baru dalam periode ini.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore