
Ilustrasi buah aranis yang sudah dipetik dan siap untuk dikonsumsi. (Freepik)
JawaPos.com - Aranis atau dikenal juga dengan istilah “Miracle fruit” yang berarti buah ajaib adalah buah kecil berwarna merah cerah yang berasal dari Afrika Barat. Dikutip dari Alodokter, buah ini tergolong ke dalam keluarga buah sawo serta memiliki nama latin Synsepalum dulcificum.
Buah ini hanya memiliki ukuran sebesar 2-3 cm, sehingga tampak mirip dengan buah melinjo atau kopi. Aranis terkenal bukan karena rasanya yang manis, melainkan karena kemampuannya mengubah persepsi rasa. Setelah memakan buah ini, makanan atau minuman yang asam atau pahit akan terasa manis di lidah selama beberapa waktu.
Penjelasan Ilmiah Mengenai Keunikan Tersebut
Meskipun rasa buah aranis sebenarnya cenderung hambar, tetapi buah ini mampu membuat makanan apapun terasa manis jika dikonsumsi setelahnya. Hal tersebut terjadi karena adanya kandungan protein bernama miraculin.
Dikutip dari Alodokter, miraculin merupakan protein yang dapat menempel pada reseptor lidah dan mengubah cara kerjanya. Akibatnya, lidah menangkap sensasi rasa manis, meskipun yang dikonsumsi sebenarnya adalah makanan dengan rasa asam atau pahit.
Proses pengikatan protein yang membuat rasa menjadi manis dapat bertahan selama kurang lebih 15 hingga 60 menit, sebelum efek miraculin tersebut secara alami menghilang dari lidah.
Manfaat dari Aranis atau Miracle Fruit bagi Tubuh
Tidak hanya memiliki kemampuan yang unik, buah aranis juga bermanfaat jika dikonsumsi sesuai kebutuhan. Dikutip dari HelloSehat, berikut manfaat mengonsumsi buah aranis bagi tubuh.
1. Mengontrol Gula Darah
Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Heliyon (2020), buah ini diketahui mampu meningkatkan sensitivitas serta produksi insulin, yaitu hormon yang berperan menurunkan kadar gula darah.
Sensitivitas insulin sendiri menggambarkan kemampuan tubuh dalam memanfaatkan insulin secara optimal, sehingga kadar gula darah dapat tetap terjaga dengan baik. Para peneliti memperkirakan bahwa efek tersebut berasal dari kandungan miraculin dan flavonoid.
Namun, temuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena sejauh ini baru diuji pada tikus yang mengalami resistensi insulin akibat konsumsi makanan tinggi fruktosa.
2. Membantu Pemulihan Pasien Pasca-Kemoterapi
Kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping, salah satunya adalah penurunan kemampuan lidah dalam merasakan cita rasa makanan. Akibatnya, nafsu makan pasien bisa menurun dan berujung pada kekurangan asupan nutrisi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
