
Ilustrasi mengonsumsi sayuran dan buah, salah satu yang dianjurkan saat sedang diet. (Windham Hospital).
JawaPos.com-Menjaga kestabilan berat badan bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga fondasi penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berat badan yang ideal membantu menjaga fungsi jantung tetap optimal, menekan risiko diabetes, memperkuat sendi, dan meningkatkan kualitas hidup.
Sebaliknya, kelebihan berat badan dapat memicu berbagai masalah kesehatan kronis seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga gangguan metabolisme. Karena itu, banyak orang kini mulai mencari cara yang lebih alami dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan tubuh, salah satunya melalui pola makan yang dikenal dengan intermittent fasting atau puasa berkala.
Puasa intermittent kini menjadi salah satu tren gaya hidup sehat paling populer di dunia. Tidak hanya dipercaya membantu menurunkan berat badan, pola makan ini juga terbukti memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan jantung, metabolisme, dan kadar gula darah.
Prinsipnya sederhana, intermittent fasting, mengutip berbagai sumber dan jurnal kesehatan, bertujuan mengatur kapan seseorang makan dan kapan tubuh berpuasa. Dengan membatasi jendela waktu makan, tubuh secara alami mengurangi asupan kalori tanpa harus mengubah jenis makanan secara drastis.
Selama periode puasa, tubuh akan beralih dari menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama menjadi membakar lemak yang tersimpan. Proses ini disebut ketosis, dan di sinilah keajaiban IF bekerja, tubuh menjadi lebih efisien membakar lemak untuk energi, bahkan ketika tidak sedang beraktivitas berat.
Selain membantu menciptakan defisit kalori, pola ini juga meningkatkan metabolisme, membuat pembakaran energi berlangsung lebih cepat dan stabil. Tak hanya itu, intermittent fasting membantu memperbaiki sensitivitas insulin, yaitu kemampuan tubuh dalam memanfaatkan hormon insulin untuk mengatur gula darah.
Dengan sensitivitas insulin yang baik, kadar gula darah menjadi lebih stabil, risiko penumpukan lemak menurun, dan tubuh terhindar dari potensi obesitas serta diabetes tipe 2. Efek positif ini menjadikan IF bukan sekadar strategi menurunkan berat badan, melainkan cara menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Menariknya, manfaat IF meluas hingga ke kesehatan jantung. Pola makan ini terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Kombinasi efek ini membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mencegah risiko penyakit jantung. Selain itu, puasa berkala juga berperan dalam menekan peradangan dalam tubuh, kondisi yang kerap menjadi akar dari berbagai penyakit kronis seperti artritis, hipertensi, hingga gangguan autoimun.
Bagi banyak orang, keunggulan terbesar intermittent fasting terletak pada fleksibilitasnya. Tidak ada aturan ketat tentang apa yang harus dimakan, melainkan kapan waktu yang tepat untuk makan.
Pola 16:8 (16 jam puasa dan 8 jam waktu makan) menjadi pilihan paling populer karena mudah diterapkan dalam rutinitas harian tanpa mengganggu aktivitas.
Namun, meski terlihat sederhana, kunci keberhasilan IF tetap terletak pada keseimbangan, mengkonsumsi makanan bernutrisi, menjaga hidrasi, dan tidak berlebihan saat waktu makan tiba.
Pada akhirnya, intermittent fasting bukanlah sekadar tren diet, melainkan pendekatan gaya hidup yang memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, memulihkan sistem metabolisme, dan berfungsi lebih efisien.
Dengan penerapan yang konsisten dan bijak, pola makan ini dapat menjadi kunci menuju tubuh yang lebih sehat, bugar, dan seimbang, dari dalam maupun luar.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
