Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 18.21 WIB

Mengapa Haid Bisa Datang 2 Kali dalam Sebulan? Kenali Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Ilustrasi kalender yang ditandai durasi menstruasi (Dok. Stocksy) - Image

Ilustrasi kalender yang ditandai durasi menstruasi (Dok. Stocksy)

JawaPos.com - Mengalami menstruasi dua kali dalam satu bulan bisa membuat sebagian wanita khawatir. Meski pada dasarnya siklus haid yang normal berlangsung sekitar 28 hari, dalam beberapa kasus siklus ini dapat lebih pendek, yakni antara 24 hingga 38 hari. Jika menstruasi datang lebih cepat, seseorang bisa saja mengalami dua kali haid dalam satu bulan kalender. Perubahan ini kadang terjadi secara alami, namun bila sering berulang, bisa menandakan adanya masalah kesehatan tertentu yang perlu diperiksa.

Kadang, seseorang mungkin mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek dari biasanya sehingga tampak seperti dua kali haid dalam sebulan. Setelah itu, siklus haid bisa kembali normal tanpa penanganan khusus. Karena perubahan ini bisa bersifat sementara, dokter umumnya menunggu adanya pola perdarahan yang konsisten sebelum memberikan diagnosis. Namun, jika disertai gejala infeksi atau gangguan serius lainnya, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan.

Masa Remaja dan Ketidakteraturan Siklus

Remaja perempuan yang baru mulai menstruasi sering kali mengalami siklus yang tidak teratur. Selama masa pubertas, kadar hormon dalam tubuh masih berfluktuasi, sehingga durasi siklus bisa lebih pendek atau justru lebih panjang. Hal ini bisa menyebabkan dua kali menstruasi dalam satu bulan. Menurut Office on Women’s Health, dibutuhkan sekitar tiga tahun sejak haid pertama hingga siklus menstruasi menjadi benar-benar stabil dan teratur.

Endometriosis dan Perdarahan Tidak Teratur

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri perut hebat, kram tidak normal, dan perdarahan di luar jadwal haid. Terkadang, perdarahan tersebut cukup banyak hingga tampak seperti menstruasi tambahan. Untuk memastikan diagnosis endometriosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan panggul, ultrasonografi, dan dalam beberapa kasus, prosedur laparoskopi untuk melihat jaringan secara langsung.

Perimenopause dan Perubahan Hormon

Perimenopause adalah masa transisi menuju menopause ketika kadar hormon mulai berubah secara signifikan. Fase ini bisa berlangsung hingga sepuluh tahun, dan selama itu seseorang dapat mengalami berbagai perubahan pola menstruasi. Siklus bisa menjadi lebih pendek, lebih panjang, bahkan terlewat beberapa bulan. Pendarahan juga bisa lebih ringan atau lebih berat dari biasanya. Setelah seseorang tidak mengalami menstruasi selama dua belas bulan berturut-turut, kondisi tersebut menandakan bahwa ia telah memasuki masa menopause.

Gangguan pada Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur berbagai proses hormonal dalam tubuh, termasuk yang memengaruhi siklus menstruasi. Gangguan pada tiroid, baik hipotiroid (tiroid kurang aktif) maupun hipertiroid (tiroid terlalu aktif), dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur. Menurut data Office on Women's Health, sekitar satu dari delapan wanita akan mengalami gangguan tiroid dalam hidupnya.

Pada hipotiroidisme, gejala yang umum meliputi mudah merasa kedinginan, kelelahan terus-menerus, sembelit, kulit pucat, wajah bengkak, serta perdarahan menstruasi yang lebih berat. Sebaliknya, pada hipertiroidisme, seseorang mungkin mengalami penurunan berat badan tanpa sebab, jantung berdebar cepat, mudah marah, sulit tidur, dan sering merasa kepanasan. Kedua kondisi ini dapat diobati, sehingga pemeriksaan ke dokter sangat disarankan jika gejalanya muncul.

Mioma Uteri dan Pendarahan Berat

Mioma uteri atau fibroid adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam rahim. Meski tidak berbahaya, mioma dapat menyebabkan perdarahan berat dan berkepanjangan. Gejalanya bisa berupa rasa penuh atau tekanan di panggul, sering buang air kecil, nyeri punggung bawah, dan rasa sakit saat berhubungan seksual. Penyebab pasti mioma belum diketahui, namun faktor genetik dan perubahan hormon diyakini berperan. Diagnosis biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan panggul atau pencitraan seperti USG.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter

Dilansir melalui Medical News Today, jika seseorang mengalami dua kali menstruasi dalam sebulan selama dua hingga tiga bulan berturut-turut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Begitu pula jika perdarahan sangat banyak, misalnya mengganti pembalut setiap jam atau mengeluarkan gumpalan darah sebesar koin besar. Gejala seperti pingsan, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri panggul berat, sesak napas, atau perubahan berat badan tanpa sebab juga memerlukan perhatian medis.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore