Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 19.02 WIB

Vaping Picu Kerusakan Pembuluh Darah, Olahraga Hanya Kurangi Efeknya

Olahraga sederhana jalan kaki (Dok. Freepik) - Image

Olahraga sederhana jalan kaki (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Vape mungkin terlihat lebih aman dari rokok, tetapi penelitian terbaru membuktikan sebaliknya. Peneliti utama Dr. dr. Vito A. Damay bersama delapan lainnya termasuk dosen Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran UNAIR Prof. Dr. J. Nugroho Eko Putranto menemukan bahwa vape tetap merusak pembuluh darah, dan olahraga tidak mampu menghilangkan dampaknya sepenuhnya.

Penelitian ini dilakukan pada tikus Wistar untuk melihat bagaimana vape dan olahraga aerobik intensitas sedang memengaruhi aorta (pembuluh darah utama dari jantung ke seluruh tubuh).

Tikus dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok normal, hanya olahraga, hanya vape, dan gabungan vape dan olahraga. Perlakuan berlangsung selama enam minggu.

Kelompok yang terpapar vape mengalami peningkatan tajam pada IL-6 dan IL-15, yaitu protein penanda peradangan atau cytokine (zat pemicu reaksi imun). IL-6 meningkat hingga 1,14 dan IL-15 mencapai 1,07, jauh lebih tinggi dibanding kelompok normal yang hanya sekitar 0,48 dan 0,49.

Vape juga menyebabkan kerusakan serat elastis aorta atau disebut fragmentasi lamina elastis, dengan rata-rata kerusakan mencapai 11,00.

Olahraga memang memberi perlindungan, tetapi tidak menghapus efek vape. Pada kelompok vape yang juga berolahraga, kerusakan aorta turun menjadi 5,86, namun tetap lebih tinggi dari kelompok sehat yang hanya 4,71.

Artinya, olahraga hanya mengurangi sebagian dampak, bukan menetralkan seluruh kerusakan yang ditimbulkan vape.

Peneliti juga mengukur FSTL-1 (follistatin-like protein-1), yaitu protein pelindung pembuluh darah yang diproduksi otot saat berolahraga. Protein ini meningkat pada tikus yang berolahraga, tetapi tidak muncul pada tikus yang hanya menghisap vape.

“FSTL-1 kemungkinan berperan melindungi aorta dari kerusakan akibat vape,” tulis peneliti dalam jurnal.

Peneliti menyimpulkan bahwa vape tetap berbahaya bagi pembuluh darah, bahkan saat seseorang rutin berolahraga.

Olahraga membantu mengurangi kerusakan, tetapi tidak bisa menghapus risiko yang dihasilkan dari paparan vape. Penelitian ini menjadi peringatan keras terutama bagi remaja dan atlet yang menganggap vape aman.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore