
Ilustrasi sistem pada otak (dok. Neuronline)
JawaPos.com - Selama ini, tidur sering dianggap sekadar waktu istirahat bagi tubuh. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa saat kita tidur, otak sebenarnya sedang bekerja keras membersihkan diri dari racun dan limbah berbahaya. Proses ini dilakukan oleh sistem glimfatik, mekanisme pembersihan otak yang baru ditemukan dan berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif serta mencegah demensia.
Dilansir dari Medical News Today, sistem glimfatik adalah jalur pembuangan limbah di otak yang bekerja paling aktif selama tidur. Ia berfungsi membuang racun dan protein berbahaya, termasuk amiloid beta dan tau, dua zat yang berperan besar dalam penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association menemukan bahwa gangguan pada sistem glimfatik berkaitan dengan meningkatnya risiko demensia.
Dr. Steve Allder, ahli saraf dari Re:Cognition Health, menjelaskan bahwa temuan ini memperkuat bukti yang sudah ada. Menurutnya, gangguan pada aliran cairan serebrospinal (CSF), yang menjadi bagian utama dari sistem glimfatik, telah lama dikaitkan dengan penumpukan protein toksik di otak. Kini, bukti dari lebih dari 45.000 partisipan di Inggris menunjukkan hubungan nyata antara disfungsi CSF dan peningkatan risiko demensia.
Tiga Penanda Penting dalam Sistem Glimfatik
Penelitian tersebut menggunakan algoritma berbasis pembelajaran mesin yang dikembangkan oleh Yutong Chen dari Universitas Cambridge. Dengan analisis ribuan hasil MRI, para peneliti mengidentifikasi tiga biomarker penting yang terkait dengan fungsi glimfatik dan risiko demensia jangka panjang.
Ketiga penanda tersebut adalah BOLD-CSF coupling yang menilai hubungan antara aktivitas otak dan aliran CSF, DTI-ALPS yang mengukur difusi molekul air di sepanjang jalur pembuluh darah otak, serta ukuran choroid plexus, bagian otak tempat produksi cairan serebrospinal.
Dalam masa tindak lanjut sekitar lima tahun, tercatat 133 kasus baru demensia. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai DTI-ALPS yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah, sementara penurunan BOLD-CSF coupling dan pembesaran choroid plexus meningkatkan risiko.
Menariknya, faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol juga terbukti merusak fungsi glimfatik dan meningkatkan kemungkinan terjadinya demensia.
Mengapa Gangguan Pembersihan Otak Bisa Menyebabkan Demensia
Menurut Dr. Allder, otak memiliki sistem pembuangan limbah yang digerakkan oleh aliran cairan serebrospinal melalui ruang di sekitar pembuluh darah. Sistem ini membersihkan produk metabolik dan protein beracun seperti amiloid beta dan tau. Ketika aliran ini terganggu akibat kekakuan pembuluh darah atau disfungsi choroid plexus, zat-zat berbahaya mulai menumpuk di jaringan otak.
Penumpukan limbah ini memicu peradangan saraf, stres oksidatif, dan kerusakan neuron secara bertahap. Dalam jangka panjang, proses tersebut mempercepat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan risiko demensia. Inilah sebabnya menjaga sirkulasi cairan otak menjadi hal yang sangat penting bagi kesehatan mental dan daya ingat.
Cara Meningkatkan Pembersihan Otak Secara Alami
Penelitian ini juga menyoroti bahwa memperlancar aliran cairan otak dapat membantu mengurangi risiko demensia. Salah satu cara paling efektif adalah melalui tidur yang berkualitas. Aktivitas glimfatik meningkat pesat saat tidur nyenyak dan membantu membersihkan zat-zat neurotoksik seperti beta-amiloid dari otak.
Dr. Allder menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mendukung sistem glimfatik. Menjaga kesehatan jantung menjadi kunci utama, termasuk mengontrol tekanan darah, mengelola diabetes, dan rutin berolahraga. Pola tidur yang cukup dan teratur juga sangat penting karena sistem glimfatik hanya aktif optimal saat tidur dalam.
Selain itu, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, menjaga hidrasi tubuh, dan mengonsumsi makanan yang mendukung elastisitas pembuluh darah (seperti sumber asam lemak omega-3) dapat membantu meningkatkan efisiensi pembuangan limbah otak.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
