
Ilustrasi tentang gejala dari penyakit Parkinson. (Freepik)
JawaPos.com - Penyakit Parkinson adalah gangguan degeneratif pada sistem saraf yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengendalikan gerakan. Kondisi ini terjadi karena berkurangnya produksi dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berperan penting dalam mengatur fungsi motorik.
Penurunan dopamin biasanya disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel saraf di bagian otak yang bernama substansia nigra. Jika berfungsi normal, area ini memproduksi dopamin yang berperan untuk menyampaikan sinyal antarbagian otak untuk memastikan gerakan otot berlangsung halus dan terkoordinasi dengan baik.
Seseorang yang mengalami penyakit ini biasanya akan merasakan beragam keluhan seperti tremor, kaku pada bagian otot, serta gangguan koordinasi saraf. Penyakit ini umumnya dialami oleh individu berusia di atas 50 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.
Penyebab Penyakit Parkinson
Para peneliti hingga kini belum dapat memastikan penyebab utama penyakit Parkinson. Namun, dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa faktor yang menjadi indikasi karena memiliki keterkaitan dalam memicu kondisi ini.
Pertama yaitu faktor genetik, beberapa mutasi gen telah ditemukan dapat memicu Parkinson. Meski demikian, kasus ini sangat jarang dan biasanya hanya terjadi pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa. Berikutnya adalah dari faktor lingkungan, paparan racun maupun kondisi lingkungan tertentu terhadap tubuh bisa meningkatkan risiko terkena Parkinson.
Faktor terakhir ialah kehadiran Lewy Body Dementia (LBD) yang merupakan gumpalan protein abnormal di dalam sel otak. Hal inilah yang menjadi salah satu ciri khas Parkinson, serta para ahli menduga bahwa keberadaan gumpalan ini berdampak krusial dalam perkembangan penyakit tersebut.
Gejala Penyakit Parkinson
Penyakit Parkinson dapat memunculkan gejala yang beragam dan tidak selalu sama pada setiap orang. Dikutip dari Halodoc, salah satu tanda yang paling umum dan khas adalah tremor atau getaran halus pada tubuh.
Biasanya, tremor ini terjadi hanya pada satu sisi tubuh dan paling sering muncul pada tangan atau jari-jari. Getaran tersebut umumnya tampak ketika bagian tubuh sedang dalam keadaan istirahat atau tidak melakukan aktivitas apa pun.
Gejala lainnya dari penyakit Parkinson adalah memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan menjaga koordinasi sehingga semakin menurun. Dampaknya, pergerakan menjadi lebih lambat dan berbagai aktivitas sederhana pun bisa terasa sulit untuk dilakukan.
Selain itu, penyakit Parkinson juga dapat mengganggu kemampuan berbicara penderitanya. Perubahan yang muncul bisa berupa tempo bicara yang menjadi lebih cepat, suara yang terdengar kurang jelas, hingga munculnya kesulitan dalam mengeluarkan kata-kata.
Upaya Pengobatan dari Penyakit Parkinson
Terdapat cara agar penyakit Parkinson tidak memburuk, yaitu dengan rutin berolahraga, menjalani pola makan sehat, serta melakukan latihan yang merangsang fungsi otak.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
