Puasa Ramadhan bisa menjaga dan meningkatkan kesehatan mental (humanappeal.org.uk)
JawaPos.com – Pada dasarnya menjaga kesehatan mental selama bulan Ramadhan adalah bagian penting dari ibadah karena puasa tidak hanya memengaruhi tubuh secara fisik tetapi juga pikiran dan perasaan seseorang.
Penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadhan dapat memberikan manfaat bagi kondisi psikologis seperti berkurangnya gejala depresi dan kecemasan bagi banyak orang.
Namun, perubahan rutinitas, pola tidur dan tuntutan sosial bisa juga menjadi tantangan bagi kesejahteraan mental jika tidak ditangani dengan baik.
Berikut 5 cara menjaga kesehatan mental selama Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman Human Appeal dan Ministry of Health, Minggu (22/2) :
Banyak studi ilmiah menunjukkan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar tantangan fisik tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental termasuk rasa syukur, kedamaian batin dan ketahanan emosional.
Menariknya banyak penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan gejala depresi, kecemasan dan stres selama Ramadhan.
Namun sebagian studi juga mencatat adanya gangguan tidur dan penurunan kualitas tidur sehingga memengaruhi kondisi mental jika tidak diatur dengan baik.
Baca Juga: Tips Praktis dan Psikologis : 5 Cara Mengajak Anak Ikut Tarawih Ramadhan Tanpa Bikin Bosan
Memahami hal ini membantu kita menyadari bahwa kesehatan mental saat berpuasa tidak terjadi begitu saja tetapi perlu strategi dan perhatian khusus.
Puasa yang dilakukan dengan persiapan yang baik dapat menjadi waktu untuk refleksi diri,intropeksi dan ketenangan batin yang lebih mendalam.
Menerapkan rutinitas harian yang seimbang antara ibadah, pekerjaan , istirahat dan waktu senggang membantu menciptakan stabilitas emosional selama puasa.
Sistem jadwal yang teratur pada waktu tidur, makan sahur, shalat, dan aktivitas harian membantu tubuh serta pikiran tahu kapan harus mengisi ulang energi.
