Ilustrasi: Vape sebagai produk tembakau alternatif. (News-Medical).
JawaPos.com–Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo) dan Gerakan Bebas Tar dan Asap Rokok (Gebrak) menegaskan komitmen sejalan dengan pemerintah untuk mencegah siapapun yang berusia di bawah 21 tahun mengakses rokok elektronik (vape), sebagai bagian dari perlindungan anak dan remaja. Kolaborasi ini diharapkan dapat menekan penyalahgunaan vape sekaligus memastikan pemanfaatannya secara bertanggung jawab.
Sebagai asosiasi pengusaha ritel vape, Arvindo menyampaikan komitmen tersebut melalui kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Ketua Arvindo Fachmi Kurnia mengatakan telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk tidak melayani pembelian vape bagi usia di bawah 21 tahun.
”Kami sudah memberikan surat resmi untuk melarang toko vape menjual ke anak di bawah umur dan mengimbau agar terdapat tulisan 21+ di depan toko. Kami akan meminta tanda pengenal (KTP),” ujar Fachmi, dikutip Selasa (24/2).
Fachmi juga menekankan dalam setiap kampanye, asosiasi secara konsisten menyampaikan pesan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko lebih rendah dan hanya digunakan sebagai sarana bagi perokok dewasa yang kesulitan mengurangi kebiasaan merokok.
Terkait kebijakan, menurut dia, Arvindo berharap pendekatan berbasis kajian ilmiah perlu mendapat ruang dalam proses perumusan kebijakan. Hal itu agar aturan yang dihasilkan berbasis bukti dan sesuai dengan tujuan pembuatannya. Arvindo berharap dapat menjadi bagian dari solusi termasuk berbagi peran dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
”Kami berharap Kemenkes bisa melihat vape sebagai solusi yang berdasarkan penelitian seperti di banyak negara, dan bukan melihat vape hanya sebagai rokok dalam bentuk lain. Niat baik Kemenkes untuk menekan efek kesehatan dari rokok sudah dilakukan puluhan tahun. Karena itu, kami percaya Kemenkes perlu membuka ruang untuk pendekatan baru, yaitu harm reduction,” jelas Fachmi.
Pemanfaatan produk tembakau alternatif sebagai solusi bagi perokok dewasa ini juga diperkuat oleh temuan ilmiah dalam studi JAMA Network berjudul Prevalence of Popular Smoking Cessation Aids in England and Associations With Quit Success (2025). Studi yang melibatkan 25.094 perokok tersebut mengungkapkan bahwa rokok elektronik merupakan alat bantu berhenti merokok yang paling umum digunakan, mencapai 40,2 persen upaya pada periode 2023-2024, dan dikaitkan dengan peluang keberhasilan tertinggi dibandingkan metode lainnya.
Temuan ini menunjukkan tingkat keberhasilan berhenti merokok secara nasional dapat ditingkatkan secara signifikan dengan mendorong masyarakat menggunakan metode yang lebih efektif, sekaligus mempertegas urgensi dukungan terhadap inovasi pengurangan risiko yang ditujukan khusus bagi perokok dewasa.
Sementara itu, Ketua Gerakan Bebas Tar dan Asap Rokok (Gebrak) Garindra Kartasasmita menekankan pentingnya peran toko vape atau pelaku usaha ritel untuk mengedukasi konsumen. Diharapkan para pemilik vape store tidak hanya berjualan, tetapi juga menjadi mitra edukasi.
”Komitmen ini penting agar pemilik toko juga mengedukasi setiap konsumennya mengenai bahaya asap rokok dan tar, serta bahwa ada produk tembakau alternatif yang beda dengan rokok,” kata Garindra Kartasasmita.
Menurut Garindra, visi Gebrak adalah mengedukasi masyarakat seluas-luasnya, baik pengguna maupun non-pengguna rokok, dengan informasi yang seimbang dan bertanggung jawab. Melalui sinergi ini, Arvindo dan Gebrak optimistis upaya perlindungan anak dapat berjalan beriringan dengan dukungan terhadap inovasi pengurangan risiko. Sekaligus berkontribusi dalam menekan prevalensi merokok di Indonesia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
