Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 17.59 WIB

Pasar Kripto Menguat di Tengah Gejolak Global, Transaksi di Indonesia Tembus Rp 360 Triliun

Ilustrasi volatilitas pasar kripto. (English Saga). - Image

Ilustrasi volatilitas pasar kripto. (English Saga).

JawaPos.com - Pasar aset kripto global kembali menunjukkan daya tahannya di tengah tekanan ekonomi dunia. Meskipun keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan tarif impor 100 persen terhadap produk-produk asal Tiongkok sempat mengguncang pasar finansial, industri kripto justru terus melaju dengan pertumbuhan signifikan sepanjang kuartal III-2025.

Laporan Coingecko mencatat kapitalisasi pasar kripto global naik 16,4 persen atau sekitar USD 563 miliar, menembus level tertinggi sejak akhir 2021. Kenaikan ini ditopang oleh arus masuk dana institusional dan meningkatnya likuiditas di berbagai bursa digital. 

Volume perdagangan harian rata-rata juga melonjak 43,8 persen menjadi sekitar US$155 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Di Indonesia, geliat serupa turut terasa. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total nilai transaksi aset kripto sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp 360,3 triliun. Angka ini menandakan meningkatnya kepercayaan investor ritel dan institusional terhadap aset digital di tengah pemulihan ekonomi global.

Menurut Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, pola investasi pengguna di Indonesia mulai menunjukkan diversifikasi yang lebih luas.

“Pada kuartal III-2025, kategori Decentralized Exchange (DEX) mencatat lonjakan pengguna baru hingga 490 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Token HYPE bahkan menyumbang hampir 70 persen dari total volume perdagangan DEX,” ujar Iskandar melalui keterangannya.

Ia menambahkan, kategori token yang paling banyak diperdagangkan oleh pengguna lama antara lain World Liberty Financial Portfolio (+33,7 persen), Stablecoin Ecosystem (+26,2 persen), serta Layer-1 (+21,7 persen) seperti ETH, BTC, dan SOL. 

Adapun pertumbuhan tertinggi berasal dari token kategori Parallelized EVM (+106 persen), Internet of Things (IoT) (+102 persen), dan Centralized Exchange (CEX) (+43 persen).

“Data ini menunjukkan bahwa aktivitas trading di aplikasi PINTU semakin beragam, tidak lagi hanya berpusat pada aset besar seperti Bitcoin atau Ethereum,” tambahnya.

Tren kripto di Indonesia juga diyakini terus bergerak menuju arah yang lebih matang dan teratur. Kehadiran regulasi dari OJK dan Bappebti dinilai memberikan rasa aman bagi investor, sekaligus membuka ruang inovasi bagi pelaku industri.

Iskandar menyebut, pihaknya berkomitmen memperkuat ekosistem investasi kripto yang transparan dan edukatif. 

“Per Oktober 2025, kami memperdagangkan lebih dari 300 aset kripto dengan lini produk lengkap, mulai dari edukasi dasar hingga fitur bagi trader profesional. Fokus utama kami adalah menghadirkan pengalaman investasi yang aman, nyaman, dan teredukasi,” katanya.

Meski kondisi geopolitik dan kebijakan perdagangan dunia masih penuh ketidakpastian, tren positif di pasar kripto menunjukkan bahwa aset digital semakin dilihat sebagai alternatif investasi jangka panjang. 

Di Indonesia, pertumbuhan transaksi kripto dan peningkatan jumlah investor baru menjadi sinyal kuat bahwa pasar ini mulai keluar dari fase spekulatif menuju tahap adopsi yang lebih rasional dan berkelanjutan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore