Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Desember 2025, 06.42 WIB

7 Jajanan Tradisional Khas Wonosobo yang Masih Eksis

Jajanan tradisional khas Wonosobo yang masih eksis, Geblek. (Yummy App) - Image

Jajanan tradisional khas Wonosobo yang masih eksis, Geblek. (Yummy App)

JawaPos.com - Wonosobo dikenal dengan hawa sejuk dan pesona Dataran Tinggi Dieng-nya yang magis. Namun di balik itu, dataran tinggi di Provinsi Jawa Tengah ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

Banyak jajanan khas Wonosobo yang dibuat dari bahan lokal, seperti singkong, kelapa, tempe, dan buah carica yang hanya tumbuh subur di dataran tinggi. Kudapan ini mudah ditemukan di pasar tradisional, pusat oleh-oleh, hingga restoran. 

Jika Anda berencana berkunjung ke Wonosobo, berikut 7 jajanan tradisional khas Wonosobo yang wajib masuk daftar cicip:

1. Geblek
Geblek adalah ikon jajanan Wonosobo yang paling mudah dikenali. Terbuat dari tepung tapioka yang diolah bersama bumbu dan daun kucai, lalu digoreng hingga matang. 

Geblek punya tekstur renyah di luar dan kenyal di dalam. Bentuknya sederhana, biasanya menyerupai angka delapan atau cincin kecil. Paling nikmat disantap selagi hangat, terutama saat udara Wonosobo sedang dingin-dinginnya.

2. Tempe Kemul
Sekilas mirip tempe mendoan, namun tempe kemul memiliki ciri khas tersendiri. Tempe dibalut adonan tepung berbumbu dan daun kucai, lalu digoreng hingga permukaannya garing. Rasanya gurih dengan aroma khas tempe yang kuat. Tempe kemul sering dijadikan lauk sarapan atau camilan pagi oleh warga lokal.

3. Opak Singkong
Opak singkong merupakan camilan kering yang cocok dijadikan oleh-oleh. Dibuat dari singkong yang dihaluskan, dibentuk pipih, dijemur, lalu digoreng hingga renyah. Rasanya gurih dan ringan, pas dinikmati kapan saja. Keunikan opak singkong Wonosobo terletak pada aroma dan rasa singkong yang masih sangat terasa.

Jajanan tradisional khas Wonosobo yang masih eksis, Sagon. (Budaya-indonesia.org)

4. Kacang Dieng
Berbeda dari kacang tanah pada umumnya, kacang Dieng memiliki ukuran lebih pipih dan tekstur lebih padat. Biasanya diolah dengan cara digoreng atau disangrai ringan, menghasilkan rasa gurih alami. Camilan ini cocok untuk teman perjalanan atau sekadar dinikmati sambil bersantai. 

5. Manisan Carica
Buah carica hanya tumbuh di dataran tinggi seperti Dieng, sehingga olahannya menjadi identitas kuliner Wonosobo. Manisan carica memiliki rasa manis segar dengan sedikit sentuhan asam. Selain manisan, carica juga sering dijadikan sirup dan selai yang menyegarkan.

6. Sagon
Sagon adalah kue tradisional berbahan parutan kelapa, tepung sagu, dan gula. Dipanggang di atas arang, sagon menghasilkan aroma harum yang khas. Teksturnya agak padat dengan rasa manis lembut, cocok sebagai teman minum kopi atau teh hangat.

7. Cenil Wonosobo
Cenil khas Wonosobo hadir dengan warna-warna cerah dan tekstur kenyal. Terbuat dari tepung tapioka atau ketan, cenil biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut dan gula. Rasanya manis dan mengenyangkan, sering dijual di pasar pagi atau jajanan tradisional.

Itulah beberapa jajanan tradisional khas Wonosobo yang menjadi cerminan identitas daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal. Menyantapnya bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang mengenal cerita dan tradisi yang hidup di balik setiap gigitan. 

Sumber: 

Tiket.com; Tripanger.com; Visitjawatengah.jatengprov.go.id; Triptap.com; Traveloka.com

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore