Nasi merah adalah salah satu menu buka puasa sehat agar tidak lemas saat tarawih (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang penuh keberkahan dan ibadah termasuk salat Tarawih di malam hari. Namun banyak orang merasa lemas setelah berbuka puasa setelah salah memilih menu.
Menurut Harvard T.H.Chan School of Public Health, pola makan seimbang sangat penting untuk menjaga energi tetap stabil setelah berpuasa. Saat berbuka puasa, tubuh membutuhkan asupan yang dapat mengembalikan cairan dan energi secara bertahap.
British Nutrition Foundation menyarankan agar berbuka puasa dimulai dengan cairan dan makanan ringan sebelum menyantap makanan utama. Cara ini membantu tubuh beradaptasi setelah seharian tidak makan dan minum.
Memilih menu berbuka sehat agar tidak lemas saat tarawih sangat penting agar ibadah malam tetap khusyuk. Pasalnya pola makan yang terlalu berat atau tinggi gula bisa membuat tubuh cepat mengantuk dan tidak nyaman.
Berikut panduan menu buka puasa sehat agar tidak lemas saat tarawih sebagaimana dilansir dari laman Islamic Relief UK dan Cleveland Clinic, Selasa (24/2) :
Berbuka dengan kurma merupakan sunnah yang dianjurkan. Islamic Relief UK menjelaskan bahwa kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh untuk mengembalikan energi.
Penelitian dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition menyebutkan bahwa kurma mengandung kaya antioksidan dan nutrisi penting. Mengombinasikan kurma dengan air putih membantu proses rehidrasi secara optimal.
Sup ayam atau sup sayur sangat cocok sebagai menu awal berbuka puasa yang sehat. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa sup membantu hidrasi sekaligus memberikan memberikan nutrisi ringan yang mudah dicerna.
Makanan berkuah hangat juga membantu tubuh merasa lebih nyaman. Ini penting agar tubuh siap melanjutkan ibadah tarawih tanpa rasa lemas.
Nasi merah, kentang rebus atau ubi kukus adalah pilihan karbohidrat kompleks yang baik. Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa karbohidrat kompleks membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Kadar gula darah yang stabil membuat tubuh tidak mudah lemas. Energi juga bertahan lebih lama saat menjalankan tarawih.
Protein membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga rasa kenyang. Academy of Nutrition and Dietetics menjelaskan bahwa sumber protein seperti ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan penting untuk pemulihan energi.
Menu seperti ayam bakar, ikan panggang, atau tahu tempe bisa menjadi pilihan sehat. Hindari makanan yang terlalu berminyak agar tidak terasa berat di perut.
WHO menekankan pentingnya konsumsi sayur dan buah untuk menjaga daya tahan tubuh. Serat dalam sayur pasalnya bisa membantu pencernaan tetap lancar selama puasa Ramadhan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
