Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Oktober 2025, 12.10 WIB

Sering Merasa Uang Cepat Habis? Mungkin Kamu Melakukan 5 Kesalahan Ini dalam Mengatur Keuangan

Ilustrasi mengatur keuangan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang termasuk generasi muda yang sering kali terjebak dalam jebakan finansial akibat salah langkah dalam mengatur uang sehari-hari. Dalam era digital sekarang, godaan belanja daring dan sistem pay later semakin menggoda, bahkan membuat sebagian dari mereka lupa menimbang konsekuensi jangka panjang. Hal ini tak lepas dari minimnya literasi keuangan dan tekanan sosial yang ikut membentuk cara pandang terhadap uang.

Melansir dari laman STIE STEKOM, salah satu akar masalah adalah minimnya pemahaman dasar atas pengelolaan uang, mulai dari membuat anggaran hingga memahami investasi yang menyebabkan banyak anak muda menggunakan uang tanpa perencanaan yang jelas. 

Sementara itu, laman Glints menyoroti sejumlah kesalahan mendasar yang sering dilakukan, seperti melewatkan dana darurat atau gagal melacak pengeluaran secara konsisten. 

Artikel kali ini akan menelusuri beragam kesalahan dalam pengaturan keuangan, memahami dampaknya, dan menggali bagaimana langkah korektif dapat membantu menghindari jebakan finansial.

Berikut adalah 5 kesalahan umum dalam mengatur keuangan yang perlu Anda hindari:

1. Tidak Menyisihkan Dana Darurat

Kesalahan pertama ialah mengabaikan pentingnya tabungan untuk kondisi tak terduga. Tanpa dana cadangan, seseorang mungkin harus memanfaatkan cicilan, kartu kredit, atau pinjaman yang justru memperburuk beban finansial. Banyak orang melihat penyisihan dana ini sebagai hal sekunder, padahal sejatinya merupakan fondasi keamanan finansial. 

2. Menebak-nebak Jumlah Pengeluaran

Banyak orang tidak menyusun estimasi pengeluaran yang realistis, melainkan hanya menebak angka berdasarkan kebiasaan atau persepsi semata. Ketika realitas pengeluaran melebihi tebakan itu, celah defisit pun muncul dan menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihentikan. 

3. Tidak Melacak Pengeluaran secara Rutin

Tanpa catatan rinci, pengeluaran kecil sekalipun seperti kopi, camilan, ongkos transportasi yang bisa menumpuk tanpa disadari. Ketidakdisiplinan dalam mencatat setiap pengeluaran akan memicu pemborosan yang sulit dikendalikan. 

4. Membagi Anggaran secara Terpisah Tanpa Integrasi

Khususnya bagi mereka yang berpasangan atau memiliki berbagai sumber pendapatan, mengatur keuangan secara parsial tanpa kesepakatan bersama bisa menimbulkan konflik. Tanpa sinkronisasi antara anggota rumah tangga, peluang overspending muncul di berbagai kategori pengeluaran. 

5. Melupakan Pengeluaran Wajib seperti Pajak atau Biaya Tersembunyi

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore