Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Oktober 2025, 13.35 WIB

Belanja Demi Gengsi: 10 Pengeluaran yang Cuma Dilakukan Kelas Menengah, Bukan Orang Kaya

Ilustrasi pengeluaran bergengsi yang lebih sering dilakukan oleh kelas menengah. (Freepik) - Image

Ilustrasi pengeluaran bergengsi yang lebih sering dilakukan oleh kelas menengah. (Freepik)

JawaPos.Com - Di balik gaya hidup modern yang sering dipamerkan di media sosial, ada satu pola menarik yang membedakan kelas menengah dengan orang benar-benar kaya: cara mereka membelanjakan uang. 

Kelas menengah cenderung terjebak pada pengeluaran demi gengsi, demi terlihat mapan, atau demi mengikuti tren yang sedang naik daun. 

Sementara itu, orang kaya sejati lebih fokus pada nilai jangka panjang, pengelolaan aset, dan investasi nyata yang memberi dampak besar pada masa depan

Tidak heran jika banyak kebiasaan belanja yang populer di kalangan kelas menengah justru dihindari oleh orang-orang kaya, karena mereka tahu pengeluaran itu hanya membuat ilusi, bukan kekayaan sesungguhnya.

Dilansir dari Geediting, inilah sepuluh contoh pengeluaran bergengsi yang lebih sering dilakukan oleh kelas menengah, namun hampir tidak pernah dilakukan oleh orang kaya sejati.

1. Membayar Garansi Tambahan untuk Segala Barang

Kelas menengah sering merasa lebih aman dengan membeli garansi tambahan setiap kali membeli barang elektronik atau peralatan rumah tangga. 

Mereka takut jika barang cepat rusak, padahal dalam banyak kasus, barang tersebut tidak pernah digunakan garansinya. 

Orang kaya sejati lebih percaya diri dengan kualitas produk, atau bila rusak mereka mampu menggantinya tanpa perlu membayar biaya perlindungan ekstra yang jarang dimanfaatkan.

2. Menyewa Mobil Mewah untuk Tampil Keren

Mobil mewah adalah simbol status, dan banyak orang kelas menengah rela menyewa hanya demi menghadiri acara khusus atau sekadar untuk unggahan di media sosial. 

Padahal, biaya sewanya bisa jauh lebih besar dibanding manfaat yang didapat. 

Orang kaya sejati tidak butuh membuktikan diri lewat mobil sewaan, mereka memilih kenyamanan dan nilai jangka panjang ketimbang sekadar penampilan sementara.

3. Membeli Kontrak Timeshare atau Klub Liburan

Konsep timeshare atau keanggotaan klub liburan terdengar eksklusif, tetapi sering kali justru menjadi beban. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore