Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 01.25 WIB

Jangan Tertipu! 8 Tanda Orang yang Kelihatannya Baik Padahal Tidak Setulus Itu

Ilustrasi orang yang kelihatannya baik padahal tidak setulus itu (freepik/ karlyukav) - Image

Ilustrasi orang yang kelihatannya baik padahal tidak setulus itu (freepik/ karlyukav)

JawaPos.com - Sebagian besar orang cenderung menilai kebaikan hanya dari apa yang terlihat di permukaan, mulai dari senyum yang manis, kata-kata yang sopan, atau bantuan yang diberikan tanpa diminta.

Namun, tidak semua kebaikan bersumber dari ketulusan. Ada kalanya, sikap baik justru dijadikan topeng untuk menutupi niat yang tersembunyi.

Mereka tampak peduli, tetapi sesungguhnya hanya ingin memperoleh pengakuan, simpati, atau bahkan keuntungan dari citra positif yang mereka bangun di depan orang lain.

Di balik tutur lembut dan sikap manis, bisa saja tersimpan perasaan iri, keinginan mengontrol, atau kepentingan pribadi yang tak disadari oleh orang di sekitarnya.

Karena itu, penting bagi kita untuk tidak mudah terpesona oleh tampilan luar seseorang.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Senin (20/10), berikut merupakan 8 tanda orang yang kelihatannya baik padahal tidak setulus itu.

1. Mereka bersikap baik kepada semua orang, kecuali kepada orang terdekat

Salah satu tanda paling jelas dari kebaikan yang tidak tulus adalah ketika seseorang bersikap sangat ramah di depan umum, tetapi bersifat dingin, mudah marah, atau acuh terhadap keluarga dan orang terdekat.

Mereka bisa tampil sempurna di mata banyak orang, namun justru melukai hati orang yang paling dekat dengannya.

Padahal, sejatinya kepribadian seseorang terlihat dari bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang melihat dirinya tanpa topeng.

Kebaikan sejati tidak hanya ditunjukkan di hadapan publik, melainkan juga di rumah, di saat lelah, atau dalam keadaan sulit.

2. Mereka merasa diri paling bermoral dan lebih baik dari orang lain

Perilaku ini sering kali tampak pada orang yang gemar menunjukkan kebaikan atau spiritualitasnya untuk merasa lebih unggul daripada orang lain.

Mereka tampak “suci” dan gemar mengajarkan nilai moral, tetapi cepat menghakimi orang yang tidak sejalan dengan pandangannya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore