Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 16.10 WIB

Mengungkap Penyesalan Terdalam Pasangan yang Memutuskan Cerai: 3 Pola Masalah Ini Terulang di Setiap Wawancara

ilustrasi sepasang suami istri yang duduk saling membelakangi di sofa, mengisyaratkan adanya jarak dan putusnya komunikasi dalam hubungan. (Freepik) - Image

ilustrasi sepasang suami istri yang duduk saling membelakangi di sofa, mengisyaratkan adanya jarak dan putusnya komunikasi dalam hubungan. (Freepik)

JawaPos.com - Perceraian sering dianggap sebagai klimaks dramatis dari sebuah hubungan, namun cerita di baliknya lebih kompleks daripada sekadar pengkhianatan atau kegagalan besar yang terlihat di film.

Seorang penulis yang mewawancarai dua puluh orang yang pernah bercerai mengungkap bahwa penyesalan terdalam mereka ternyata jatuh pada pola-pola masalah kecil yang dapat dicegah.

Melansir informasi dari Global English Editing, penulis tersebut melakukan penyelaman mendalam selama berbulan-bulan, menemukan kejujuran brutal yang secara mengejutkan selalu mengarah pada tema-tema yang sama persis dalam setiap percakapan.

Pengalaman pahit dari dua puluh mantan pasangan suami istri ini ternyata memunculkan tiga pola spesifik yang terulang dalam setiap wawancara.

Para mantan pasangan tersebut akhirnya menyadari bahwa mereka seharusnya mengetahui ketiga pola ini sejak awal sebelum memutuskan untuk menikah.

Menariknya, masalah-masalah ini bukanlah tentang perselingkuhan atau hilangnya cinta, melainkan tentang putusnya koneksi kecil secara perlahan.

1. Mengacaukan Kimia dengan Kompatibilitas

Setiap orang yang diwawancarai mengingat perasaan "terbakar" yang luar biasa ketika pertama kali bertemu dengan pasangannya. Perasaan menggebu-gebu tersebut membuat mereka yakin bahwa itu adalah fondasi yang kokoh untuk membangun hubungan jangka panjang. Satu di antara wanita, seorang dokter anak, mengatakan bahwa mereka memiliki chemistry yang luar biasa, namun mereka tidak pernah sepakat tentang hal-hal penting. Hal-hal yang penting seperti uang, cara mendidik anak, tempat tinggal, atau bagaimana menghabiskan akhir pekan justru tidak pernah bisa mereka sepakati bersama.

Kimia adalah hal yang membawa Anda ke lantai dansa, tetapi kompatibilitas adalah hal yang membuat Anda terus berdansa bahkan ketika musik sudah berganti dan situasi terasa berbeda. Seorang pria yang sudah dua kali bercerai secara gamblang mengatakan bahwa dia menghabiskan waktu lebih lama meneliti pembelian truk daripada saat menentukan kompatibilitas hubungan jangka panjang. Mereka yang bercerai berharap mereka telah bertanya pada diri sendiri tentang jenis kehidupan yang sama-sama mereka inginkan, bukan sekadar bertanya tentang daya tarik fisik.

2. Mengabaikan Pembicaraan Uang sampai Masalah Meledak

Topik paling tidak nyaman yang muncul dalam wawancara bukanlah soal perselingkuhan, melainkan masalah tentang keuangan. Secara konsisten, pasangan yang bercerai berharap mereka sudah memiliki percakapan keuangan yang jujur dan teratur sejak hari pertama hubungan dijalin. Uang bukan hanya tentang kebiasaan belanja yang berbeda, tetapi juga apa yang diwakilinya bagi setiap orang seperti status, kebebasan, keamanan, atau kekuasaan. Seorang eksekutif yang bercerai menyadari terlambat bahwa istrinya melihat jam kerjanya yang panjang sebagai pilihan mendahulukan uang daripada keluarga.

Istrinya merasa dia memilih uang, padahal dia melihat itu sebagai bentuk menyediakan segala kebutuhan terbaik untuk keluarganya. Mereka berdua benar sekaligus salah, dan mereka tidak pernah benar-benar membicarakannya hingga pengacara ikut terlibat. Masalah tidak akan hilang hanya karena Anda tidak melihatnya, sebab mereka hanya akan membesar dan melompat keluar ketika sudah terlambat.

3. Berhenti Penasaran tentang Satu Sama Lain

Pola ketiga ini adalah hal yang paling menghantam banyak orang, yaitu berubah menjadi orang asing yang tinggal di rumah yang sama. Mereka menyebutnya sebagai pergeseran yang sangat lambat, seperti lempeng benua yang bergerak menjauh hingga terpisah oleh lautan luas. Seorang pensiunan perawat menjelaskan bahwa mereka berhenti tertarik pada pertumbuhan satu sama lain atau hal baru yang dialami pasangannya. Istrinya bisa pulang ke rumah dengan penuh semangat, tetapi suaminya hanya akan menatap ponselnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore