Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Januari 2026, 00.39 WIB

Psikolog Unair Ungkap Faktor Kompleks di Balik Fenomena Istri Gugat Cerai Suami di Surabaya

Ilustrasi perceraian suami dan istri. (Canva)

JawaPos.com - Fenomena istri menggugat cerai suami di Indonesia, tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Tren ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir di berbagai daerah, termasuk Kota Surabaya.

Di Surabaya, sepanjang 2025, dari 6.080 gugatan cerai yang dicatat Pengadilan Agama (PA) Surabaya, 4.469 gugatan dilayangkan oleh pihak istri. Adapun alasan yang mendasari adalah ekonomi, perselingkuhan, hingga KDRT.

Psikolog Universitas Airlangga (Unair), Atika Dian Ariana menuturkan keberanian perempuan untuk menggugat cerai, tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, sebab banyak faktor pendukung yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

"Faktor yang membuat perceraian itu sangat kompleks, bukan hanya dari sisi finansial saja, tetapi bagaimana kemampuan perempuan untuk membuat keputusan, bisa jadi membuat mereka lebih berani," tutur Atika, Kamis (22/1).

Menurutnya, kemandirian ekonomi dan latar belakang pendidikan perempuan berpengaruh pada tingginya angka perceraian. Meski begitu, Atika menekankan masalah rumah tangga tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja.

Perempuan berpendidikan tinggi dan mandiri secara finansial, kata Atika, lebih mampu mengambil keputusan, berbeda dengan ketika ketergantungan ekonomi, yang memaksa perempuan bertahan dalam hubungan tak sehat.

​“Latar belakang pendidikan membuat mereka tidak lagi khawatir soal finansial atau dukungan pengasuhan anak setelah berpisah. Jadi, pendidikan dan ekonomi itu membuat mereka lebih berani bertindak,” tambahnya.

Selain faktor internal, media sosial turut memicu perceraian. Atika mengaku kerap mendapti pasangan muda kerap terjebak pada validasi sosial, membandingkan kehidupan rumah tangga mereka dengan idealisme dunia maya.

"Misalnya pasangan muda yang melihat orang lain sudah punya rumah, mobil, sementara mereka masih berjuang. Jika ini tidak disikapi dengan bijak, akan muncul ketidakpuasan yang tidak proporsional,” tukas Atika.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore