Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 18.14 WIB

7 Ciri Orang yang Kelelahan Karena Kurang Tidur Malam di Bawah Delapan Jam, Menurut Psikologi

ciri kelelahan karena kurang tidur malam menurut psikologi. (Freepik/ freepik) - Image

ciri kelelahan karena kurang tidur malam menurut psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa kelelahan sering muncul akibat kurang tidur yang berlangsung terus-menerus setiap malam.

Kurang tidur di bawah delapan jam dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental sehingga kelelahan menjadi tak terhindarkan.

Kelelahan akibat kurang tidur malam menurut psikologi bisa terlihat dari perubahan perilaku, emosi, hingga konsentrasi.

Psikologi menekankan bahwa kurang tidur malam bukan hanya soal rasa mengantuk, tetapi juga dampak serius pada kelelahan tubuh.

Ketika kurang tidur terjadi terus-menerus, psikologi mengaitkannya dengan tanda-tanda kelelahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (24/10), bahwa ada tujuh ciri orang yang kelelahan karena kurang tidur malam di bawah delapan jam menurut psikologi.

  1. Memiliki kepekaan tinggi terhadap ritme alami tubuh

Orang-orang yang membutuhkan tidur delapan jam penuh memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap ritme sirkadian mereka.

Ritme sirkadian merupakan jam biologis internal yang mengatur berbagai proses fisiologis, termasuk siklus tidur dan bangun.

Ketika mereka tidak mendapatkan durasi istirahat yang cukup, tubuh mereka akan merasakan ketidakseimbangan yang signifikan.

Kondisi ini mirip seperti orkestra yang kehilangan harmoninya ketika salah satu instrumen tidak dimainkan dengan tepat.

Gangguan pada pola tidur alami akan membuat mereka merasakan efek serupa dengan jet lag meskipun tidak bepergian.

Tubuh mereka secara konsisten memberikan sinyal bahwa diperlukan waktu istirahat yang optimal untuk dapat berfungsi dengan baik.

  1. Mengalami dampak serius dari minimnya waktu istirahat

Individu yang terbiasa tidur delapan jam tidak hanya merasakan kantuk ringan ketika jam istirahatnya berkurang.

Mereka mengalami gejala-gejala yang lebih mendalam yang mempengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore