Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Oktober 2025, 01.41 WIB

9 Kunci Emosional yang Membuat Pria 70 Tahun Ini Jauh dari Kesepian dan Tetap Resilien

Seorang pria tua yang tersenyum sedang berjalan di lingkungan perumahannya./Freepik - Image

Seorang pria tua yang tersenyum sedang berjalan di lingkungan perumahannya./Freepik

JawaPos.com - Perasaan sepi atau kesepian sering dianggap sebagai risiko alami yang datang seiring bertambahnya usia, terutama bagi mereka yang memasuki masa pensiun atau hidup sendiri.

Padahal, kesepian hanyalah sinyal yang dapat dihindari, bukan sifat buruk atau nasib yang harus diterima begitu saja.

Seorang pria berusia 70 tahun bernama Frank Thornhill membagikan rahasia bagaimana ia selalu merasa kuat secara emosional dan tidak pernah kesepian, melansir dari Global English Editing Jumat (24/10).

Ia menegaskan bahwa kebiasaan sederhana dan konsisten telah membantunya membangun koneksi yang kuat tanpa perlu kondisi finansial yang sempurna.

Frank membuktikan bahwa menjaga kekuatan emosional tidak memerlukan kegiatan sosial yang heboh, tetapi lebih pada praktik harian yang mudah dan terukur.

Prinsip utamanya adalah bahwa kesepian akan hilang jika kita secara aktif membentuk kebiasaan yang menjadikan koneksi dengan diri sendiri dan orang lain terjadi secara otomatis.

Berikut adalah sembilan hal yang ia lakukan untuk tetap berakar kuat dan tangguh secara emosional.

1. Menjaga Lingkaran Kecil yang Solid

Frank memilih memiliki tiga hingga lima orang yang benar-benar mengenal kehidupannya, termasuk kelemahan dan kegembiraannya yang mendalam. Ia menjadwalkan pertemuan rutin seperti panggilan telepon Selasa pagi, jalan kaki Kamis sore, atau makan siang awal bulan. Jadwal tetap ini sangat membantu agar koneksi terus terjaga tanpa harus bergantung pada dorongan motivasi sesaat. Ia selalu berusaha menjawab pesan mereka dan tanpa ragu meminta bantuan saat dibutuhkan.

2. Praktik Menyendiri yang Terjadwal

Ada perbedaan besar antara menyendiri yang dipilih (solitude) dan isolasi yang terpaksa dijalani. Frank sengaja meluangkan waktu sendiri setiap hari, jauh dari layar, berita, dan kebutuhan untuk menjelaskan dirinya kepada orang lain. Ia bisa memilih jalan kaki perlahan tanpa earbud atau hanya menulis satu halaman di buku catatan. Saat kita secara sengaja menyisihkan waktu untuk menyendiri, kita akan merasa lebih hadir dan tidak merasa kesepian secara tidak sengaja.

3. Menggerakkan Tubuh sebagai Terapi

Hubungan antara suasana hati dan gerakan fisik sangat erat, sehingga Frank rutin berjalan kaki dan melakukan latihan kekuatan ringan beberapa kali dalam seminggu. Ia memperlakukan tidur yang cukup sebagai pekerjaan penting yang harus dipenuhi dengan baik setiap malam. Aktivitas fisik membantunya menjaga kimiawi tubuh agar kondisi emosional tidak berubah menjadi badai kegelisahan. Ia meyakini bahwa pikirannya menjadi lebih tenang setelah tubuhnya mendapatkan sirkulasi yang lancar.

4. Melayani dengan Berguna, Bukan Terlihat

Perasaan kesepian seringkali tidak suka dengan sikap berguna dan berkontribusi secara nyata di komunitas. Frank memilih peran di balik layar seperti menjadi mentor, membantu tetangga menyusun anggaran, atau merapikan kursi setelah acara komunitas. Tindakan ini mengingatkannya bahwa ia satu di antara bagian penting dari sebuah jaringan besar, bukan aktor tunggal yang mencari sorotan. Kontribusi terbaik diukur dari beban orang lain yang terangkat, bukan dari banyaknya pidato ucapan terima kasih yang didapatkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore