
ilustrasi mesin ketik manual./Freepik
JawaPos.com - Mari kita lakukan perjalanan kilas balik ke era 1980-an, sebuah waktu yang penuh dengan gaya rambut besar, warna-warna cerah, dan kesenangan yang tak terlupakan.
Ada banyak hal yang lebih mendalam dari sekadar video game dan mainan, yang telah dilupakan seiring berjalannya waktu, melansir dari Global English Editing Senin (27/10). Kenangan ini masih melekat jelas bagi sebagian orang yang pernah hidup pada masa tersebut, sebuah waktu yang penting dan menarik bagi sejarah budaya pop dunia.
Artikel ini akan membahas dua belas hal istimewa dari era 80-an yang hanya akan diingat oleh mereka yang memiliki daya ingat kuat dan tajam. Mengenai dan membicarakan masa lalu adalah hal penting, sehingga mari kita hidupkan kembali beberapa kenangan ini dengan cara yang menyenangkan. Mari kita kembali ke masa itu dan mengingat decade 80-an yang benar-benar menarik dan penuh sejarah.
1. Disket Floppy
Sebelum era cloud dan USB drive, kita menggunakan disket floppy yang merupakan media utama untuk menyimpan dan mentransfer data. Perangkat kotak kecil ini mungkin terlihat kuno, tetapi merupakan teknologi terobosan pada masanya di dunia komputasi. Bayangkan menyimpan dokumen penting pada disket yang hanya mampu menampung hingga 1,44 MB data, padahal satu file lagu hari ini bisa mencapai 3,5 MB. Meskipun terbatas, disket floppy adalah bagian krusial dari sejarah komputasi yang membuka jalan bagi solusi penyimpanan digital modern.
2. Kaset VHS
Siapa yang bisa melupakan kaset VHS, yang merupakan sumber utama hiburan rumahan sebelum adanya Netflix? Malam menonton film berarti pergi ke tempat penyewaan video lokal untuk mengambil rilisan terbaru, dan harus memastikan kaset sudah diputar balik (rewind) sebelum dikembalikan. Kotak hitam tebal ini menyimpan film-film favorit yang sering diputar berulang-ulang sampai kasetnya aus. Momen memasukkan kaset VHS, menekan tombol play, dengan kualitas gambar dan suara fuzzy memberikan dosis nostalgia unik dari era 80-an.
3. Walkman Kaset
Walkman kaset adalah pemutar portabel yang merupakan pendamping terbaik selama perjalanan darat keluarga yang panjang. Anda harus memilih kaset mana yang akan dibawa, mencoba menebak genre musik apa yang ingin didengarkan selama perjalanan berlangsung. Terkadang, pita kaset bisa tersangkut di Walkman yang harus digulirkan secara hati-hati menggunakan pensil agar tidak merusak mixtape favorit Anda. Walkman adalah pengubah permainan di era 80-an, sebab membuat musik menjadi portabel dan personal, hal yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya.
4. Ponsel Genggam Seukuran Bata Asli
Ponsel pertama pada era 80-an jauh berbeda dari perangkat ramping yang muat di saku celana dan dipakai hari ini. Model-model awal sering disebut sebagai "bata" karena ukurannya yang besar dan berat, lebih merupakan simbol status daripada alat praktis. Fakta menarik: ponsel seluler pertama yang tersedia secara komersial adalah Motorola DynaTAC 8000X yang dirilis pada tahun 1983 dengan harga $3.995. Ponsel itu tidak memiliki layar berwarna atau fitur-fitur yang kita anggap biasa sekarang, menjadikannya langkah signifikan menuju dunia yang terhubung.
5. Surat Tulisan Tangan
Di zaman email dan pesan instan, pesona surat tulisan tangan yang mendalam dari era 80-an sering kali terlupakan. Dahulu, menulis surat adalah cara utama untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga yang tinggal jauh dari Anda. Ada sesuatu yang sangat pribadi dan tulus dalam bentuk komunikasi ini yang sulit ditiru oleh dunia digital hari ini. Surat tulisan tangan adalah wujud kerja keras yang penuh kasih, sebab setiap kata dipilih dengan hati-hati dan setiap kalimat dibuat dengan susah payah.
6. Dial-up Internet
Anda pasti ingat suara ikonik dari sambungan dial-up internet yang menjadi pertanda dimulainya petualangan online meskipun kecepatannya lambat. Duduk di depan komputer sambil menunggu dengan sabar agar situs web dapat dimuat adalah pengalaman yang sangat umum. Masuk ke internet adalah proses yang lebih disengaja dan memakan waktu, di mana setiap menit daring sangat berharga karena jam internet terbatas. Kita juga tidak bisa melupakan perjuangan saat mencoba menggunakan telepon rumah dan internet pada waktu yang sama.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
