Ilustrasi seorang wanita yang sedang menggunakan inhaler aromatherapy ketika mengalami kondisi pilek. (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Inhaler aromatherapy adalah produk berbentuk kecil dan praktis yang berisi bahan-bahan beraroma tertentu seperti minyak esensial. Biasanya produk ini digunakan ketika seseorang pilek, karena berfungsi membantu melegakan pernapasan saat hidung tersumbat.
Selain digunakan saat pilek atau flu, inhaler aromatherapy juga dapat dirasakan manfaatnya pada seseorang yang mengalami pusing atau mabuk perjalanan. Produk ini juga telah mengalami perkembangan dengan menyediakan varian roll on, sehingga kandungan di dalamnya dapat dioleskan langsung ke kulit.
Tidak seperti inhaler untuk asma yang mengandung obat medis, inhaler aromatherapy bekerja melalui uap aromanya yang memberikan sensasi lega di saluran napas. Produk ini umumnya mengandung bahan seperti peppermint, eucalyptus atau cajuput oil yang memberikan efek dingin dan membantu membuka rongga hidung sementara.
Kandungan Bahan dalam Inhaler Aromatherapy
Dikutip dari Halodoc, produk ini umumnya mengandung beberapa bahan aktif utama yang berfungsi memberikan berbagai manfaat. Bahan pertama yaitu methyl salicylate, yang dikenal sebagai senyawa dengan efek pereda nyeri dan anti-inflamasi yang membantu mengurangi keluhan pada otot dan sendi.
Lalu, terdapat peppermint oil yang memberikan sensasi segar serta dapat membantu meredakan sakit kepala dan mual. Selain itu, minyak eucalyptus memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi dan membantu melegakan hidung tersumbat.
Sementara itu, minyak kayu putih atau cajuput oil berperan sebagai antiseptik sekaligus membantu mengurangi gangguan pernapasan. Terdapat pula camphor yang bersifat dekongestan, sehingga dapat melegakan pernapasan sekaligus memberikan sensasi segar yang dapat meredakan pusing dan mual ringan.
Ketentuan yang Perlu Diperhatikan Sebelum Penggunaan
Terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan inhaler aromatherapy agar penggunaannya tetap aman dan efektif. Dikutip dari Klik Dokter, produk ini tidak dianjurkan untuk anak berusia di bawah 2 tahun karena kulit mereka masih sangat sensitif.
Selain itu, produk ini sebaiknya tidak dioleskan tepat di bawah lubang hidung untuk menghindari iritasi atau reaksi yang tidak nyaman. Pastikan juga untuk menyimpannya di tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak agar tidak terjadi penggunaan yang tidak sengaja.
Termasuk dalam kategori obat luar, penggunaan produk ini hanya boleh digunakan pada permukaan kulit dan tidak boleh diaplikasikan pada luka terbuka maupun area sekitar mata. Setelah memperhatikan ketentuan tersebut, diharapkan penggunaan produk ini dapat lebih aman dan memberikan manfaat optimal.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
