Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 16.56 WIB

Orang yang Kurang Dekat dengan Saudara Kandung Biasanya Menunjukkan 5 Ciri Ini, Menurut Psikologi

ilustrasi saudara yang bertengkar. (freepik) - Image

ilustrasi saudara yang bertengkar. (freepik)

JawaPos.com – Menjalani hubungan persaudaraan bisa seperti melintasi ladang ranjau.

Ikatan yang terbentuk di masa kanak-kanak dapat memengaruhi kehidupan seseorang saat dewasa, tetapi terkadang, hubungan tersebut bisa lebih menegangkan daripada mendukung.

Menurut psikologi, hubungan yang sangat personal ini dapat menyoroti pola perilaku yang berbeda-beda.

Menariknya, pola-pola ini paling menonjol pada mereka yang memiliki hubungan saudara kandung yang tegang.

Dilansir geediting, orang yang kurang dekat dengan saudara kandung cenderung menunjukkan lima ciri ini.

  1. Komunikasi yang kompleks

Salah satu ciri paling signifikan yang ditunjukkan oleh orang-orang dengan hubungan persaudaraan yang renggang adalah komunikasi yang kompleks.

Komunikasi muncul ketika terdapat konflik yang belum terselesaikan.

Ada kecenderungan untuk bersikap hati-hati, menghindari topik atau pemicu potensial tertentu, yang berujung pada percakapan berbelit-belit yang tidak menyentuh inti permasalahan.

  1. Bergulat dengan perbandingan

Jika Anda tumbuh besar di bawah bayang-bayang saudara kandung, sulit untuk tidak terjebak dalam perangkap membandingkan diri dengan mereka.

Tarik-menarik antara saudara kandung, skala kesuksesan yang terukur menjadi ciri utama dalam hubungan saudara kandung yang tegang.

  1. Kesulitan dalam menunjukkan kasih sayang

Aspek menarik dari hubungan saudara kandung yang tegang adalah kesulitan menunjukkan kasih sayang.

Ini bukan hanya tentang kurangnya pelukan atau pertukaran kata-kata kasih sayang tetapi juga mencakup kurangnya pengakuan dan penghargaan.

Semakin sedikit kasih sayang yang ditunjukkan, semakin tegang hubungan tersebut, dan semakin kecil kemungkinan kasih sayang akan ditunjukkan.

  1. Reaksi yang penuh emosi

Ketika interaksi dengan saudara kandung tegang, reaksi emosional sering kali mengalahkan respons yang dipikirkan secara logis.

Komentar yang tidak bersalah dapat dengan cepat memicu reaksi yang berlebihan, sementara hinaan yang tidak disengaja dapat terasa seperti serangan pribadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore