Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Desember 2025, 00.02 WIB

5 Alasan Kenapa Move On Setelah Perceraian Begitu Sulit: Bukan Hanya Soal Cinta!

 
 

Ilustrasi perceraian suami dan istri. (Canva)

JawaPos.com - Perceraian sering dianggap sebagai garis akhir. Padahal kenyataannya justru proses emosional setelahnya yang paling berat.

Proses hukum sudah usai, rumah sudah ditinggalkan, barang-barang sudah dipisah. Namun, hati masih saja terpaut pada mantan pasangan. Anda merasa hidup terus berjalan, tetapi diri Anda stuck di tempat.

Kenapa move on setelah perceraian terasa begitu mustahil? Dikutip dari YourTango, alasannya jauh lebih kompleks dari sekadar cinta. Ini melibatkan ingatan, janji, kebiasaan, hingga rasa aman yang telah Anda bangun bersama.

Memahami akar dari rasa sakit ini adalah langkah pertama menuju penyembuhan. Saat Anda tahu apa yang terjadi secara emosional, langkah ke depan akan terasa sedikit lebih ringan.

Berikut lima alasan besar yang membuat proses move on setelah perceraian menjadi sangat berat:

1. Beban Janji Pernikahan yang Sulit Dilanggar

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa pernikahan adalah ikatan seumur hidup. Janji suci yang diucapkan di depan keluarga dan sahabat adalah komitmen yang sangat kuat—bukan sekadar kata-kata.

Saat perceraian terjadi, semua janji itu terasa dibatalkan. Rasa bersalah, malu, dan perasaan gagal sering muncul. Anda merasa seperti melanggar ikatan yang Anda jaga mati-matian.

Ketika janji pernikahan diingat kembali, hati jadi semakin berat. Bukan karena kamu masih menginginkan hubungan itu, tapi karena kamu merasa ikatan itu seakan 'dikhianati'.

Bahkan, komentar dari lingkungan atau keluarga dapat memperburuk keadaan, menciptakan beban ganda di pundak Anda. Inilah yang sering membuat seseorang terus terikat secara emosional, menahan langkah untuk menerima kenyataan bahwa semuanya sudah berakhir.

2. Harus Merelakan Mimpi Masa Depan yang Telah Runtuh

Perceraian bukan hanya kehilangan pasangan, tetapi juga kehancuran semua rencana jangka panjang yang sudah Anda susun.

Mimpi tentang rumah idaman, masa pensiun yang tenang, atau traveling bersama anak-anak. Saat hubungan kandas, semua bayangan masa depan itu ikut runtuh. Anda kini harus membayangkan hidup yang baru, tanpa seseorang yang selalu Anda andalkan.

Kehilangan mimpi ini sering kali lebih menyakitkan daripada kehilangan orangnya. Ini menciptakan perasaan hampa dan ketakutan besar untuk memulai dari awal.

Ketidakpastian soal keuangan, keluarga, dan kebahagiaan membuat hati enggan maju. Bertahun-tahun berbagi hidup membuat sulit membayangkan masa depan seorang diri. Ingat, meskipun mimpi lama hilang, Anda punya kesempatan untuk menciptakan visi baru yang jauh lebih kuat!

3. Kenyataan Pahit: Keluarga Sudah Tidak Lagi Utuh

Bagi banyak orang, keluarga adalah identitas utama. Ketika keluarga terasa utuh dan harmonis, hidup terasa lengkap. Saat perceraian terjadi, gambaran ideal itu berubah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore