Ilustrasi suasana lembap dari pemandangan kaca ruangan yang dipenuhi tetesan air ketika musim hujan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Ruangan yang lembap adalah kondisi ketika tingkat kelembapan udara di area tersebut berada di atas batas normal, biasanya lebih dari 60%. Kelembapan tinggi membuat udara terasa lebih basah dan pengap, sehingga ruangan terasa kurang nyaman.
Kondisi ini dapat terjadi ketika musim hujan akibat kurangnya sinar matahari, kebocoran air, atau disebabkan oleh ventilasi yang buruk. Jika situasi ini berlangsung cukup lama, kelembapan berlebih di dalam ruangan dapat menimbulkan berbagai masalah.
Salah satunya adalah pertumbuhan jamur, lumut, dan bakteri yang lebih cepat berkembang di lingkungan basah. Hal ini dapat menimbulkan flek hitam pada dinding atau langit-langit, merusak furnitur, serta berdampak negatif juga terhadap kesehatan jika tidak segera ditangani.
Dampak Ruangan Lembap terhadap Kesehatan
Dikutip dari KlikDokter, ruangan yang lembap dan minim ventilasi dapat meningkatkan risiko infeksi paru-paru. Lingkungan seperti ini menjadi tempat favorit bagi kuman dan jamur untuk berkembang. Tanpa aliran udara yang baik, kuman akan terus berada di area tersebut dan lebih mudah menginfeksi siapa saja yang tinggal di dalamnya.
Tak hanya sampai di situ, fakta ini juga diperkuat oleh studi di Swedia pada tahun 2017 yang dipublikasikan dalam Clinical and Experimental Allergy. Hasilnya menyebutkan bahwa, tingkat kelembapan dalam rumah berpengaruh besar terhadap kesehatan saluran napas, mulai dari hidung, rongga sinus, tenggorokan, hingga paru-paru.
Terdapat tambahan lagi dari Health and Wellness Alerts, kerusakan rumah akibat air seperti atap yang bocor atau munculnya bercak jamur pada dinding, sebenarnya memiliki keterkaitan dengan rinosinusitis kronis. Kondisi ini ditandai dengan peradangan jangka panjang pada sinus serta munculnya polip hidung.
Cara Mengatasi Kondisi Ruang yang Lembap
Ruangan yang lembap seringkali menyebabkan dinding atau atap ditumbuhi jamur berwarna hitam. Jamur ini tentunya akan membawa dampak negatif, terutama jika sporanya tidak sengaja terhirup oleh seseorang.
Kita tentu tidak ingin beristirahat di ruangan yang dipenuhi bakteri dan kuman, sehingga faktor seperti menjaga kamar tetap bersih menjadi hal yang sangat penting. Dikutip dari Hello Sehat, ikuti beberapa cara berikut agar ruangan di rumah tidak terasa lembap dan menjadi tempat jamur berkembang biak.
1. Temukan Sumber Kelembapan
Kunci awal untuk menurunkan kelembapan kamar adalah mencari tahu sumbernya. Kelembapan bisa muncul dari AC, pipa, atau atap yang bocor, kebocoran yang tidak disadari dapat menjadi tempat ideal bagi jamur tumbuh.
Bila jamur sudah muncul di area sumber kelembapan seperti dinding, jendela, atau lantai, segera bersihkan agar tidak menyebar ke bagian kamar lain. Saat membersihkan, gunakan masker dan sarung tangan agar terhindar dari paparan jamur.
2. Pastikan Ventilasi Udara Terpasang
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
