
Lima tanda orang jahat (Freepik)
JawaPos.com- Orang jahat memiliki sifat-sifat yang gelap. Menurut studi sifat gelap ini berakar pada sikap yang mengutamakan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan orang lain, menikmati menyakiti orang lain, dan tidak merasa bersalah serta malu.
Sementara itu inti dari sifat gelap itu mencakup sifat yang membentuk perilaku gelap seperti psikopat, narsisme dan machiavellism, sadisme, kedengkian, hingga egoisme.
Untuk mewaspadai hal tersebut kamu harus waspada dengan orang-orang seperti ini. Dilansir dari laman Your Tango berikut tanda-tanda utamanya:
Mereka tampaknya menikmati kemalangan, menikmati perasaan buruk orang lain. mereka dapat menciptakan situasi buruk bagi kamu dan orang lain dalam hidup mereka untuk menikmati kemalangan yang mereka ciptakan
Mereka sering merasa sangat tidak nyaman dan tidak berdaya jika mereka tidak mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka. Orang jahat selalu terobsesi mengontrol orang lain.
Para psikolog telah mengamati bahwa individu yang sangat rapi mungkin mencoba untuk mengendalikan lingkungan mereka.
Mereka akan melakukan drama-drama kebohongan demi citra dirinya. Pembohong jahat seringkali berbohong sedemikian rupa sehingga kebohongan merekalah yang membentuk realitas mereka.
Beberapa orang jahat hanya berbohong sedikit, mungkin melebih-lebihkan kebenaran untuk membuat diri mereka tampak lebih kuat, lebih pintar atau lebih baik.
Tubuh kita akan memancarkan medan energi. Jika ada energi negatif di dalam diri seseorang, maka dirimu akan merasakan getarannya.
Inilah mungkin mengapa orang jahat memberikan perasaan menyeramkan tanpa mereka benar-benar melakukan kejahatan apapun kepada kamu.
Seseorang punya sifat jahat atau bermasalah justru datang dari orang-orang terdekatnya sendiri. Teman atau keluarga mereka bisa saja memberi peringatan, entah secara halus atau terang-terangan.
Misalnya, mereka sering membicarakan mantan pacar yang memilih pergi, seolah-olah semua kesalahan selalu ada di pihak orang lain.
Selain itu, mereka kerap meremehkan masalah dalam hubungan sebelumnya dan mencari-cari pembenaran atas perilaku buruk yang pernah terjadi.
Sikap seperti ini bisa jadi bentuk manipulasi, karena mereka mencoba membentuk cerita agar terlihat sebagai korban. Padahal, di balik itu semua adanya tanda hubungan yang tidak sehat sebelumnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
