Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Desember 2025, 18.43 WIB

Soundrenaline Akan Sapa Jakarta 18-21 Desember, Dimeriahkan Bernadya hingga Barasuara

Musisi muda berbakat, Bernadya menyapa penonton saat tampil dipanggung dalam rangka memperingati perjalanan 14 tahun Tangcity Mall, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (2/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Musisi muda berbakat, Bernadya menyapa penonton saat tampil dipanggung dalam rangka memperingati perjalanan 14 tahun Tangcity Mall, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (2/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pada 18–21 Desember 2025, Jakarta akan menjelma menjadi ruang perayaan terbuka bagi musik dan seni. Tidak terpusat di satu tempat dan tidak terpaku pada satu genre, Soundrenaline Sana-Sini di Jakarta hadir membawa pendekatan baru, festival yang menyebar, bergerak, dan berbaur dengan kehidupan kota.

Mengusung konsep multi-lokasi, Soundrenaline mengajak publik menjelajahi berbagai sudut Jakarta, mulai dari taman kota hingga ruang kreatif ikonik, untuk menikmati musik dan beragam ekspresi seni dengan cara yang lebih dekat, intim, dan penuh pengalaman personal. Festival ini terbagi ke dalam tiga district utama, masing-masing dengan karakter berbeda yang saling melengkapi.

ASEAN District yang berlokasi di Taman Kota Peruri menjadi ruang temu lintas budaya dan emosi. Di area terbuka ini, musik indie, pop, eksplorasi tradisi, hingga sentuhan nostalgia sinema hadir berdampingan. Sejumlah musisi seperti The Cottons, The Lantis, Basajan, Ali, Galdive, serta kolaborasi Isyana Sarasvati x Kasimyn tampil membawa warna musikal yang beragam.

District ini juga menghadirkan konser tribut soundtrack film Janji Joni yang dikurasi oleh Nikita Dompas. Penampilan kolaboratif dari Sari (White Shoes & The Couples Company), Ario dan Ale (The Adams), Marcell Thee (Sajama Cut), Bilal Indrajaya, Sir Dandy, David Tarigan, serta musisi lainnya membangkitkan memori kolektif lintas generasi. Penutup malam di ASEAN District akan diisi oleh POND, band asal Australia yang dikenal dengan penampilan live kelas dunia, sekaligus menjadi satu-satunya panggung Asia mereka sepanjang 2025.

Tak hanya musik, ASEAN District juga menghadirkan Quartery Merchandise Market di The Space. Marketplace kurasi ini menampilkan merchandise eksklusif dari band, label rekaman, hingga kolaborasi khusus musisi dan seniman visual. Pengunjung dapat menemukan produk edisi terbatas, mengikuti sesi temu penggemar, serta penandatanganan merchandise, menjadikan pengalaman festival lebih interaktif.

Sementara itu, Blok M District tampil sebagai pusat eksplorasi urban Soundrenaline Sana-Sini di Jakarta. Berlangsung di berbagai lokasi seperti COMA Jakarta, Krapela, M Bloc Live House, dan ruang alternatif lainnya, district ini merayakan keragaman skena musik kota—mulai dari soul, R&B, hip-hop, rock, elektronik, hingga eksperimen lintas genre.

Musisi seperti Andien, Teddy Adhitya, Soundwave bersama Teza Sumendra, Rafi Sudirman, YOKO CITY GHOST, hingga Wijaya 80 tampil berdampingan dengan nama-nama dari skena alternatif seperti Avhath with The Legion of Mysterès, The Panturas x Tarawangsawelas, Kelompok Penerbang Roket, Grrrl Gang, Lomba Sihir, eleventwelfth, HARUBISU, MORFEM, hingga KUNTARI.

Blok M District juga menjadi ruang bertemunya musik dan gagasan melalui THE LAB, yang menghadirkan diskusi musik, sesi dengar karya, lokakarya, serta interaksi langsung dengan pelaku industri kreatif lokal maupun internasional. 

Selain itu, The Space di district ini menjadi pusat aktivitas kreatif bersama sejumlah kolektif, seperti Press Print Party yang menghadirkan pasar penerbit independen, sesi cetak silkscreen langsung, hingga workshop pembuatan zine. Aktivasi lain turut dihadirkan melalui Photo Walk Ramean dengan kamera analog dan photobooth interaktif, serta JICAF yang menampilkan karya ilustrasi dan merchandise kolaboratif musisi.

Istora District melengkapi pengalaman festival dengan spektrum pop dan emosi yang lebih intim. Bertempat di Bengkel Space dan Lucy in the Sky, district ini mempertemukan musisi lintas generasi dalam suasana yang personal. Penampilan Bilal Indrajaya & The Gentlemen, Pamungkas, Sal Priadi, Bernadya, Coldiac, Elephant Kind, Barasuara, hingga rumahsakit edisi khusus menghadirkan perjalanan emosi yang beragam.

Sentuhan internasional hadir lewat Peter Bjorn and John yang untuk pertama kalinya tampil di Indonesia dengan set khusus album Writer’s Block. Malam di Istora District berlanjut dengan selebrasi musik elektronik bersama Prohamburger Grandmaster x Prontaxan, Dipha Barus, Gerald Liu, Moluccan Soul x Tiara Eve, hingga Bukan WG.

Lebih dari sekadar rangkaian konser, Soundrenaline Sana-Sini di Jakarta menempatkan festival sebagai bagian dari gaya hidup urban. Dengan format multi-lokasi, pengunjung bebas menentukan perjalanan mereka sendiri, datang untuk satu panggung favorit, berpindah district mengikuti suasana, berdiskusi di THE LAB, atau menemukan musisi baru di sudut kota yang tak terduga.

Festival ini bukan tentang berdiam di satu titik, melainkan tentang bergerak, berjumpa, dan merayakan musik bersama Jakarta.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore