Sarah Kim (Shin Hae Sun) di drama Korea The Art of Sarah.
JawaPos.com - Drama Korea The Art of Sarah masih bertahan di jajaran Top 10 Global (Non-English) Netflix dengan raihan lebih dari 10 juta tayangan. Bukan sekadar thriller kriminal tentang penipuan kelas elite, drakor ini menyimpan banyak simbol, filosofi, dan petunjuk tersembunyi yang baru terasa maknanya setelah ending The Art of Sarah terungkap.
Melalui berbagai detail visual dan narasi, penulis sengaja menanamkan petunjuk kecil yang menjelaskan siapa sebenarnya Sarah dan mengapa ending drama ini terasa mencengangkan.
Berikut 11 detail penting yang banyak penonton baru sadari setelah tamat.
1. Filosofi Mok Ga Hee, Doo-a, Kim Eun Jae, dan Sarah Kim
Berdasarkan penjelasan di Instagram Netflix Korea, penulis Chu Song Yeon memberikan perbedaan narasi pada setiap nama yang diperankan aktris Shin Hae Sun.
Mok Ga Hee, pekerja mal bagian barang mewah yang miskin, hidup dengan meminjam identitas orang lain. Ia berusaha keluar dari nama itu, tetapi justru hancur karena terus menggunakan identitas milik orang lain.
Doo-a, pekerja klub malam, memakai nama yang paling ia benci sehingga ia juga membenci hidupnya sendiri.
Kim Eun Jae adalah nama yang diberikan oleh suami palsunya, sehingga identitas itu akhirnya ia tinggalkan.
Sementara Sarah Kim merupakan nama yang ia ciptakan sendiri sebagai versi dirinya yang paling ideal. Karena itu, nama tersebut menjadi satu-satunya identitas yang tetap abadi sebagai sosok yang indah.
2. Pria yang Melihat Cahaya di Dalam Kabut
Nama karakter lain juga memiliki makna simbolis. Mi Jeong (Kim Mi Jeong, diperankan Lee E Dam) berarti “belum ditentukan”. Ia adalah pembuat tas tiruan yang tidak memiliki identitas resmi.
Sedangkan Mu Gyeong (detektif Park Mu Gyeong, diperankan Lee Jun Hyuk) berarti “melihat cahaya bahkan di dalam kabut”. Mu Gyeong memang menjadi sosok yang akhirnya mampu mengurai misteri Sarah Kim.
3. Detektif Park Mu Gyeong dan Setelan Jas
Latar waktu The Art of Sarah bertepatan dengan masa reformasi kepolisian di Korea. Detektif Park Mu Gyeong berasal dari jalur perwira biasa dan bahkan tidak diundang dalam jamuan makan para perwira senior. Setelan jas yang selalu ia kenakan menjadi semacam baju zirah sosial—pelindung untuk menembus struktur kelas dalam institusi kepolisian.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
