Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Oktober 2025, 22.38 WIB

Dari Hotel Mewah hingga Jadi Juru Masak MBG: Cerita Chef Roni Pilih Mengabdi untuk Anak Sekolah

Aktivitas Roni Suradi, seorang chef yang menyiapkan masakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Jatinegara 01/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Aktivitas Roni Suradi, seorang chef yang menyiapkan masakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Jatinegara 01/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Di balik aroma masakan yang mengepul setiap pagi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatinegara 01, Jakarta Timur berdiri sosok yang tak asing bagi dunia kuliner. Namanya Roni Suradi, usia 45 tahun, seorang chef berpengalaman yang kini memilih jalur pengabdian: memasak untuk ratusan anak sekolah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, perjalanan karier Roni penuh dengan gemerlap. Lebih dari 20 tahun ia mengabdi di Taman Safari Bogor, tepatnya di Royal Safari Garden. Dari sana, langkah kakinya menjejak dapur-dapur besar.

“Saya lama pegang di Taman Safari Bogor, di Royal Safari Bogor itu kurang lebih 20 tahun sebagai chef. Dari situ saya langsung pindah di Jepara (Rumah Makan Koki Kita) terus di Semarang, Cikupa, Istana Nelayan bahkan Shangri-La Hotel juga pernah,” kenangnya kepada Jawapos.com, Selasa (30/9).

Roni bukan sekadar juru masak biasa. Ia pernah dikirim ke Jepang untuk studi banding, memperkenalkan masakan Indonesia sekaligus belajar masakan Jepang. Bahkan ia sempat mendapat bimbingan langsung dari Chef Juna, saat masih berkarier di Taman Safari. Sertifikat chef pun ia kantongi, meski kini tersimpan rapi di rumah.

Namun semua pengalaman itu seakan ia letakkan di belakang, saat sebuah kabar sederhana datang dari ponakannya: lowongan menjadi juru masak relawan di dapur MBG. Tanpa pikir panjang, Roni menerima.

“Bagi saya sih nggak ada yang susah, yang penting niat ikhlas. Itu aja. Niat ikhlas dan bener-bener mau kerja untuk menyajikan masakan apapun. Kalau di hati kita enak, pasti di luar pun enak,” ujarnya.

Roni Suradi, usia 45 tahun, seorang chef di SPPG Jatinegara 01/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

Kini, Roni memimpin tim kecil berisi enam hingga tujuh orang. Sebagian masih hijau di dunia dapur, sebagian sudah berpengalaman. Baginya, tantangan bukanlah menu atau jumlah porsi, melainkan membimbing anak-anak muda agar disiplin. “Tapi saya nyadari, namanya anak baru di dapur, lama-lama juga adaptasi,” ucapnya sembari tersenyum.

Setiap hari, Roni dan timnya harus memproduksi 3.960 porsi MBG. Baginya, tugas itu bukan sekadar mengisi perut anak-anak, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan lewat makanan.

“Saya merasa bahagia, apalagi kalau anak-anak bilang terima kasih, pak. Wah, senang sekali, sangat menghibur.”

Meski kini dapurnya bukan lagi hotel berbintang, semangat Roni justru makin bersinar. Ia ingin program MBG terus berjalan, bahkan berkembang lebih baik.

“Mudah-mudahan dengan adanya makanan gratis ini makin maju, makin ditingkatkan menunya. Supaya anak-anak semuanya senang, dan jangan sampai ada kendala seperti keracunan atau yang lain,” harapnya.

Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore