Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 04.16 WIB

Kemenag segera Identifikasi Pesantren Berumur Lebih Dari Seabad, untuk Dilakukan Pengecekan Kondisi Konstruksi Bangunan

Menag Nasaruddin Umar (kanan) bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta (7/1). (Istimewa)

JawaPos.com-Menag Nasaruddin Umar mengatakan, mereka segera mendata pesantren-pesantren yang berumur lebih dari 100 tahun atau seabad. Kemudian dilakukan pengecekan oleh para ahli, terkait dengan kualitas konstruksi bangunannya.

"Bahkan ada pesantren yang berumur 200 tahun," katanya usai bertemu dengan Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta (7/10). Dengan upaya tersebut, Pemerintah ingin memastikan bahwa kondisi bangunan dalam keadaan aman. Sehingga kejadian bangunan roboh dan menelan ratusan korban luka dan meninggalkan seperti di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo tidak terulang lagi.

Nasaruddin menyampaikan ada kekhasan atau tradisi sendiri di pesantren. Yaitu masyarakat sangat mempercayakan anaknya ke pesantren. Tugas negara adalah menjaga kepercayaan tersebut. Dia menegaskan tingginya animo masyarakat masuk pesantren, tidak berbanding lurus dengan anggaran untuk pesantren.

Sehingga banyak pesantren membangun komplek pendidikan secara swadaya. Kemenag akan memastikan anggaran untuk pesantren. "Sekitar 95 persen madrasah di Kemenag itu ada di pesantren," katanya.

Dengan kata lain hampir seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag bentuknya adalah sekolah swasta. Berbeda dengan pendidikan umum, mayoritas statusnya sekolah negeri. Sehingga mendapatkan kepastian anggaran dari negara. 

Seperti diketahui peristiwa musala ambruk di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, terjadi pada Senin, 29 September lalu. Saat itu, para santri sedang salat Asar berjamaah. Hingga hari ini tercatat ada 65 korban wafat dan lebih dari seratus yang selamat. Proses evakusi yang dilakukan oleh Basarnas masih berlangsung.

Sehari setelah kejadian, Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau lokasi musala ambruk di Sidoarjo itu. Di lokasi dia menyampaikan duka, menyapa keluarga korban, serta melihat langsung penanganan korban terdampak. Selain itu Nasaruddin juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 610 juta.

Nasaruddin juga meminta Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk melakukan sejumlah langkah proaktif dalam membantu penanganan korban. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore