Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 23.11 WIB

Netanyahu Tak Datang, Muhammadiyah Nilai KTT Perdamaian Gaza Untungkan Israel dan Tak Menjanjikan Harapan

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas (kanan) di kantor Muhammadiyah di Jakarta (4/6). (Hilmi/Jawa Pos)  - Image

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas (kanan) di kantor Muhammadiyah di Jakarta (4/6). (Hilmi/Jawa Pos) 

JawaPos.com - Ketua Pimpinan Pusat (PP) MuhammadiyahAnwar Abbas menyebut KTT Perdamaian Gaza yang diselenggarakan di Mesir hari ini, Senin (13/10) tidak menjanjikan harapan.

Dia menyoroti ketidakhadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan tersebut. Di sisi lain, pihak Hamas sudah mengumumkan tidak hadir dalam KTT itu.

"Dari peserta yang hadir sudah dapat diperkirakan bahwa KTT tidak akan bisa menghasilkan kesepakatan yang maksimal yang menjamin bagi terciptanya perdamaian di Gaza," katanya, Senin (13/10).

Anwar menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai pimpinan KTT adalah pihak yang tidak mendukung berdirinya negara Palestina.

Sehingga menurut dia, KTT itu hanya akan diperalat oleh Amerika Serikat untuk memperkuat kembali aliansinya dengan negara-negara Eropa Barat untuk membela kepentingan Israel

Anwar menduga Donald Trump lewat KTT itu akan membuat sebuah strategi antara. Tujuannya adalah menggiring persetujuan peserta konferensi untuk mendukung adanya pemerintahan transisi di Gaza. Kemudian Amerika Serikat akan ditetapkan sebagai kepala pemerintahannya.

"Kita yakin Amerika dengan kekuatan ekonomi dan politik yang dimilikinya akan mampu membangun kembali Gaza yang sudah hancur lebur," jelasnya.

Tetapi ketika situasi di Gaza sudah pulih, termasuk sarana prasarana sudah dibangun kembali, apakah AS akan menyerahkan begitu saja Gaza ke otoritas Palestina? "Jelas tidak," tegasnya.

Pasalnya AS selama ini tidak ingin ada negara Palestina. Sehingga ketika Gaza sudah dipermak habis-habisan oleh AS, belum jaminan menjadi bagian utuh dari Palestina.

"Jadi pertemuan ini kita lihat adalah sebuah KTT yang tidak menjanjikan harapan. Karena sangat sarat dengan tipu-tipu tingkat tinggi," jelasnya.

Kebijakan AS pasti ujungnya akan menguntungkan Israel. Karena AS sendiri merupakan koalisi yang berada di pihak Israel.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore