Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Oktober 2025, 19.33 WIB

Seruan Boikot Trans7 Menggema di Media Sosial, Usai Muncul Tayangan Merendahkan Kiai dan Pesantren

Tayangan Trans 7 yang kontroversial dan memunculkan seruan boikot di media sosial. (Instagram @nderekpusat_official) - Image

Tayangan Trans 7 yang kontroversial dan memunculkan seruan boikot di media sosial. (Instagram @nderekpusat_official)

JawaPos.com - Ajakan untuk melakukan aksi pemboikotan pada stasiun televisi Trans7 menggema di media sosial. Hal itu terjadi setelah adanya salah satu tayangan dinilai melecehkan dan merendahkan martabat kiai, santri, dan komunitas pesantren.

Salah satu ajakan boikot Trans7 diunggah oleh akun Facebook Pondok Pesantren Salafiyah Al Aziz, buntut kekecewaan pada  tayangan program Xpose Uncensored yang tayang pada 13 Oktober 2025.

"Kami menyampaikan kekecewaan mendalam atas tayangan yang disiarkan oleh Trans7 yang telah menyinggung serta merendahkan marwah para kiai dan pesantren, lembaga yang selama ini menjadi benteng moral dan penjaga akhlak bangsa," tulis akun Facebook Pondok Pesantren Salafiyah Al Aziz.

Pihak pesantren menganggap tayangan tersebut merupakan bentuk ketidakadilan dan ketidakhormatan terhadap ulama yang seharusnya dijunjung tinggi di negeri ini. 

"Pesantren bukan tempat yang layak dijadikan bahan olok-olok, melainkan pusat pendidikan karakter, ilmu, dan perjuangan," tegasnya.

Pesantren Salafiyah Al Aziz secara terang-terangan mengajak masyarakat untuk tidak menonton semua siaran Trans7, terkecuali ada permintaan maaf sekaligus memperbaiki kesalahan dan berkomitmen tidak akan menyinggung umat Islam dan kalangan pesantren di masa yang akan datang.

"Mari jaga kehormatan ulama, junjung tinggi adab, dan tegakkan kebenaran dengan cara yang beradab. #BoikotTrans7 #BelaKyai #JagaMarwahPesantren #StopFitnahUlama #SantriBersatu," tandasnya.

Pihak Trans7 melalui keterangan resminya sudah menyampaikan permohonan maaf atas tayangan yang menyinggung kiai, santri, dan komunitas pesantren.

Stasiun televisi milik Chairul Tanjung tersebut mengakui adanya kesalahan dalam tayangan Xpose Uncensored hingga membuat emosi bahkan melahirkan kemarahan pada komunitas pesantren.

"Sehubungan dengan tayangan/pemberitaan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program Xpose Uncensored Trans7 pada tanggal 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan Keluarga Besar PP Lirboyo," ujar Trans7 dalam keterangannya.

"Trans7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap kiai dan keluarga, para pengasuh, santri, serta alumni pondok pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," imbuhnya.

Salah satu tayangan program Xpose Trans7 sempat menayangkan video memperlihatkan para santri dan jamaah sedang menyalami kiai yang sedang duduk. Tayangan tersebut juga menampilkan potongan video pada saat kiai yang sedang turun dari mobil.

Video itu jadi negatif gara-gara narasi yang diberikan narator terkesan merendahkan karena menyatakan kiai seolah hidupnya bermewah-mewahan memburu amplop dari santri dan para jamaahnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore