Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 04.20 WIB

Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Terus Berlanjut: 4 Kantong Jenazah Kembali Teridentifikasi

Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Terus Berlanjut: 4 Kantong Jenazah Kembali Teridentifikasi. - Image

Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Terus Berlanjut: 4 Kantong Jenazah Kembali Teridentifikasi.

Jawapos.com - Proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo masih berlanjut. Hari ini, Selasa (14/10), Tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi 4 kantong jenazah.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan bahwa hari ini, sebanyak 4 kantong jenazah berhasil teridentifikasi, dengan 3 jenazah dan 1 body part.

"Hari ini, Kamis, 9 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 4 kantong jenazah, yang match dengan 3 nomor AM (ante morterm)," tuturnya, Selasa (14/10).

Namun, 1 kantong jenazah berisi body part, lanjut Kombes Pol Khusnan, teridentifikasi milik Nur Ahmad Rahmatullah, santri 14 tahun yang berhasil diselamatkan pada Senin (29/9), meski tangan kirinya harus diamputasi.

Berikut 3 jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi pada Selasa (14/10):
1. Ubau Dinhai Azkal Askia, laki-laki, 15 tahun, warga Desa Batopuro, Batopuro Timur, Kedungdung, Sampang. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

2. M Muhfi Alfian, laki-laki, 16 tahun, warga Perum The Sun Village C 14, RT 14/ RW 03, Damarsari, Buduran, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti barang kepemilikan.

3. Abdul Halim, laki-laki, 16 tahun, warga Dusun Bulak Banteng Madya RT 1/RW 9, Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti barang kepemilikan.

"Kemudian secara DNA, ditemukan satu body part yang ternyata cocok dengan korban hidup AM atas nama Nur Ahmad Ramatulloh," terang Khusnan. 

Khusnan menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. 

"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 58 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Masih ada 5 kantong jenazah di kamar jenazah RS Bhayangkara," pungkas Khusnan.

Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.

Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part. 

Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 58 orang berhasil teridentifikasi. (*)

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore